RADAR SIDOARJO - Persoalan banjir di Kabupaten Sidoarjo kembali mencuat saat libur panjang Hari Raya Waisak 2025.
Hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (11/5) malam menyebabkan genangan di sejumlah wilayah, khususnya di Dusun Bringin Kulon, Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, serta Dusun Besuk, Desa Sambungrejo, Kecamatan Sukodono.
Banjir ini mengganggu aktivitas warga lantaran ruas jalan utama tergenang air dengan ketinggian bervariasi, antara 15 hingga 40 sentimeter. Genangan diduga akibat kombinasi antara penurunan muka tanah dan saluran drainase yang tidak optimal.
Di Dusun Bringin Kulon, ketinggian air mencapai 30–40 sentimeter. Setelah air mulai surut, sejumlah ruas jalan terlihat rusak akibat tergerus genangan.
“Banjir sudah sejak semalam karena hujan deras tanpa henti. Siang ini sudah mulai surut, tapi jalan-jalan rusak,” ujar Khusnaini, warga RT 1 RW 3 Desa Bringinbendo.
Ia menyebut, banjir serupa terakhir terjadi pada Desember 2024. Namun, hingga kini belum ada langkah nyata dari pemerintah untuk menyelesaikan persoalan banjir tahunan tersebut.
“Semoga tidak hujan lagi agar banjir tidak makin parah,” tambahnya.
Camat Taman, Arie Prabowo, membenarkan bahwa banjir merendam lima RT di RW 3 Desa Bringinbendo. Ia mengklaim telah melakukan koordinasi cepat dengan instansi terkait untuk mengendalikan pompa air di wilayah tersebut.
“Air tidak sampai masuk ke rumah warga. Jalan di sana memang langganan banjir karena berada di dataran rendah,” jelas Arie.
Ia menyebut, penyebab utama genangan adalah penurunan permukaan tanah dan sistem drainase yang tidak berfungsi optimal. Pihak kecamatan pun telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo untuk mengatur aliran air agar tidak semakin meluas.
Sementara itu, Sekretaris Desa Sambungrejo, Karim, melaporkan banjir juga terjadi di wilayah Besuk dan merendam enam RT dengan ketinggian air antara 15 hingga 30 sentimeter. Ia mengatakan, kontur jalan yang cekung serta saluran air kecil yang tak berfungsi memperparah genangan.
“Air tidak sampai masuk ke rumah warga, hanya menggenang di halaman depan,” ujarnya.
Warga berharap, pemerintah segera turun tangan untuk memberikan solusi jangka panjang terhadap masalah banjir yang terus berulang tiap tahun. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista