RADAR SIDOARJO - Cuaca ekstrem kembali melanda kawasan Sidoarjo dan sekitarnya, Sabtu (10/5) malam. Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan dua pohon sono tumbang serta menimpa truk yang melintas di Jalan Raya Sidorejo, Kecamatan Krian, Sidoarjo.
Akibat kejadian itu, satu orang mengalami luka-luka. Pohon yang tumbang sempat menutup dua jalur, termasuk jalur arah Surabaya - Krian, Sidoarjo, hingga kendaraan tak bisa melintas menyebabkan macet total.
Pengendara, Raihan menjelaskan, dua pohon tumbang di Jalan Raya Sidorejo, tepatnya di depan Garasi Bus Sumber, Krian, saat hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah tersebut.
"Ada truk yang tertimpa. Sehingga jalur Surabaya-Krian macet total. Kalau yang ke arah Surabaya bisa lewat tapi gantian," ujarnya.
Beruntung, tidak selang lama petugas BPBD Sidoarjo dan anggota Polsek Krian tiba di lokasi untuk membantu proses evakuasi serta mengatur arus lalu lintas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo, Sabino Mariano, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa cuaca ekstrem menjadi faktor utama terjadinya pohon tumbang.
"Dua pohon sono tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Krian," ujar Sabino saat dikonfirmasi, Minggu (11/5).
Menurut laporan dari BMKG Juanda, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mulai mengguyur wilayah Krian sejak pukul 19.00. Sehingga menyebabkan pohon tumbang dan menutup badan jalan.
"Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sidoarjo segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan," ungkapnya.
Selain itu, petugas juga berkoordinasi dengan PLN untuk memutus aliran listrik guna mencegah potensi bahaya kelistrikan. Hasilnya, dalam kurun waktu hanya satu jam, petugas berhasil memotong dan meminggirkan pohon sono tersebut.
Namun, ironisnya, sopir truk bernama Puput Adi Sucipto, 45, jadi korban dan mengalami luka-luka. Ia harus dilarikan ke Rumah Sakit Anwar Medika untuk mendapatkan perawatan medis.
Sabino juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang yang masih bisa terjadi dalam beberapa waktu ke depan. (dik/gun)
Editor : Guntur Irianto