RADAR SIDOARJO - Enam ambulans pengantar jenazah dari rombongan keluarga asal RT 10/RW 2, Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo yang tertimbun bencana tanah longsor di kawasan Cangar, Pacet, Kabupaten Mojokerto tiba di rumah duka, Jumat (4/4) sekitar pukul 19.47.
Pantauan Radar Sidoarjo di lokasi, kerabat korban maupun warga yang melayat sudah menunggu kedatangan jenazah sejak sore hari.
Mereka turut berbela sungkawa atas kepulangan enam warga Sukodono tersebut. Diketahui, jenazah diberangkatkan dari Rumah Sakit Hasta Brata, Kota Batu, sekitar pukul 17.51.
Isak tangis keluarga pecah, jelang prosesi pemulasaran jenazah. Setelah itu, lima jenazah akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Paseban, Kloposepuluh, Sukodono. Sedangkan, satu jenazah lainnya dibawa ke rumah duka di Desa Suruh, Sukodono.
Tujuh korban tewas, yakni Masjid Zatmo Setio, 31, istrinya, Rani Anggraeni, 28, anak, Syahrul Nugroho Rangga Setiawan, 6, dan Putri Qiana Ramadhani, 2. Kemudian, orang tua Masjid, H Wahyudi, 71, dan Hj Jainah, 61 dan mertua, Saudah, 70.
Hadir dalam pemakaman korban, Kepala Desa (Kades) Kloposepuluh, Sumardi. Dia mengatakan, satu keluarga warga Desa Kloposepuluh menjadi korban tertimbun tanah longsor di Cangar, Pacet, Mojokerto.
"Kalau informasi yang saya dapat, rombongan keluarga dari Pacet mau ke Batu, mau ke rumah keluarganya," ujarnya.
Menurutnya, ia mendapat informasi adanya bencana yang menyebabkan satu keluarga tersebut meninggal dunia, berawal dari kiriman berita dari warga di grup WhatsApp (WA).
"Hari ini tadi saya dapat informasi dari Basarnas, bahwa ada enam jenazah di Rumah Sakit Batu, yakni keluarga almarhum Abah Wahyudi. Pemakamannya sudah disiapkan oleh warga," tutupnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista