Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Ini Firasat Keluarga Tujuh Korban Tewas Asal Sukodono Sidoarjo Akibat Tertimbun Longsor di Cangar Pacet Mojokerto

Diky Putra Sansiri • Sabtu, 5 April 2025 | 03:42 WIB

 

BERITA DUKA: Proses evakuasi korban longsor di Cangar, Pacet, Mojokerto.
BERITA DUKA: Proses evakuasi korban longsor di Cangar, Pacet, Mojokerto.

RADAR SIDOARJO - Tujuh korban tewas dari rombongan keluarga asal RT 10/RW 2, Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo di kawasan Cangar, Pacet, Kabupaten Mojokerto masih menyisakan duka mendalam. Salah satu keluarga korban memiliki firasat aneh.

Rombongan dengan menaiki mobil Toyota Innova Reborn warna abu-abu itu awalnya akan berangkat silaturahmi lebaran ke Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Enam penumpang dan satu sopir tewas karena mobil terempas bencana tanah longsor dari tebing setinggi 50 meter di dekat kawasan wisata Air Terjun Watu Lumpang, Kamis (3/4) siang.

Tujuh korban tewas, yakni Masjid Zatmo Setio, 31, istrinya, Rani Anggraeni, 28, anak, Syahrul Nugroho Rangga Setiawan, 6, dan Putri Qiana Ramadhani, 2. Kemudian, orang tua Masjid, H Wahyudi, 71, dan Hj Jainah, 61 dan mertua, Saudah, 70.

Kabar duka tersebut membuat syok keluarga korban, tak terkecuali Charisun, saudara dari korban.

Charisun menyampaikan, sebelum terjadinya musibah yang menimpa keluarganya tersebut, terdapat firasat aneh yang dialaminya. Terlebih pada saudaranya, Masjid Zatmo Setio.

Ia menceritakan, sebelum tragedi tanah longsor yang menghempas mobil Toyota Innova yang disopiri oleh Masjid itu, Masjid berubah seketika menjadi pendiam saat silaturahmi Idul Fitri.

Padahal yang ia tahu, Masjid dikenal sebagai sosok yang humble dan mudah bergaul. Ia pun melihat Masjid tak seperti biasanya, bahkan wajahnya juga pucat.

"Biasanya kalau Hari Raya Idul Fitri itu kita saling ngobrol, dia ini kan humble juga. Jadi kok tiba-tiba dia ini diam saja, wajahnya itu agak-agak pucat, jadi saya nggak tahu, nggak berani tanya gitu," ceritanya lirih.

Tak sampai di situ saja, menurut Charisun, di rumah saudara yang lainnya ketika silaturahmi Idul Fitri, Masjid juga masih menunjukkan sebagai sosok yang pendiam.

"Terus saya ketemu di tempat saudara yang lain ya gitu, dia itu mojok sendiri. Pas saya pamit, Jid saya pulang, dia masih menjawab, 'iya mas hati-hati'," tuturnya.

Tidak pernah dibayangkan sebelumnya oleh Charisun, ternyata Masjid dan keluarga meninggal tragis dalam satu mobil di jalur Cangar, Pacet.

Ia mengungkapkan, awalnya keluarga tidak menyangka jika bencana tanah longsor tersebut menimpa anggota keluarganya sendiri.

“Kami tahunya ada bencana di Cangar dari media sosial, tapi belum menyadari kalau itu melibatkan saudara kami,” ujar Charisun saat ditemui di rumah duka.

Konfirmasi datang dari polisi di Mojokerto yang menginformasikan bahwa ada warga Kloposepuluh yang terkena bencana tanah longsor. Dari situ, pihak keluarga baru mengetahuinya.

Ia menceritakan, keluarga korban sebenarnya dalam perjalanan silaturahmi Idul Fitri yang berada di Kota Batu.

“Mereka mau silaturahmi Idul Fitri, terus mungkin sekalian rekreasi di Pacet, lewat Cangar mau ke Batu. Berangkatnya sekitar jam sembilan pagi, lewat Cangar mau ke Batu,” ungkapnya.

Dalam perjalanan itu, keluarga yang terdiri dari tujuh orang ikut serta, termasuk korban, istri, dua anak, serta orang tua dan mertua. Tak ada yang menduga perjalanan tersebut akan berakhir tragis. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#cangar #Sukodono #longsor #Mojokerto #pacet #Tewas