RADAR SIDOARJO - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Sidoarjo memaparkan visi misi dalam menangani masalah prioritas daerah.
Kepala DP3AKB Sidoarjo, Henny Kristiani mengatakan, pihaknya memiliki lima akselerasi utama untuk prioritas daerah yaitu mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
"Pertama adalah menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berintegritas dan berakhlak serta menjamin kesejahteraan sosial yang merata," ucapnya saat presentasi di Pendopo Delta Wibawa, Selasa, (18/3).
Kedua, DP3AKB berkomitmen memantapkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata bagi para pelaku ekonomi di Sidoarjo. Kemudian yang ketiga, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dengan pelayanan prima berbasis sistem elektronik.
Lalu yang keempat, DP3AKB memastikan infrastruktur yang berkualitas dan merata guna mendukung pembangunan sektor potensial secara berkelanjutan. "Kelima, kami berusaha mewujudkan masyarakat yang religius, setara, tentram dan nyaman," ujarnya.
Dalam mewujudkan misi tersebut, berbagai program prioritas 2025 telah disiapkan. Diantaranya meliputi perlindungan bagi perempuan dan anak, pembangunan keluarga, serta bantuan sosial (baksos) terintegrasi.
Selain itu, ada juga program pengendalian penduduk, kabupaten layak anak dan inspirasi keluarga berkualitas. Kami juga pada pemberdayaan perempuan dan implementasi DKRPPA yang responsif gender.
"Seluruh program tersebut kami harapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi perempuan dan anak-anak," jelasnya.
Sementara itu, Bupati Sidoarjo, Subandi menyoroti tingginya angka perceraian. Dia menyebut jika Kota Delta menempati peringkat tertinggi ketiga dalam kasus perceraian di Jawa Timur.
"Perlu diketahui, Sidoarjo merupakan daerah yang padat penduduk sekaligus daerah industri, oleh karenanya saya ingin DP3AKB menyiapkan langkah-langkah yang baik, karena di Sidoarjo ini angka perceraiannya sangat tinggi," katanya memberikan komentar.
Oleh karena itu, visi misi terkait gender harus mampu menjadikan perempuan lebih kuat dalam mengelola jati diri. DP3AKB diharapkan menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mengatasi permasalahan itu.
"Kemudian, Pak Presiden itu mempunyai Asta Cita yang hari ini ada banyak bantuan, karena itu sebagai pimpinan daerah program tersebut harus kita sukseskan, terutama bagi anak-anak kita supaya dapat tumbuh sehat," bebernya.
Menurutnya, salah satu fokus utama dalam penurunan angka stunting yang menjadi penghambat kecerdasan anak.
"Untuk itu, pemerintah daerah akan memberikan pendampingan menyeluruh dalam pengentasan stunting dari hulu hingga hilir," tuturnya saat penyampaian prioritasdaerah DP3AKB Sidoarjo. (sai/gun)
Editor : Guntur Irianto