RADAR SIDOARJO - Gerakan Pramuka Ponpes Al Fattah Sidoarjo menjadikan setiap bulan Ramadan momentum untuk melakukan program kerja, penuh makna. Yang diisi dengan kegiatan berbagi, dengan menyiapkan takjil gratis.
Kegitan yang dilakukan, turut didukung pendanaan subsidi sekolah, dan penghimpunan dana dari civitas Al Fattah. Mulai, santri, asatidz, dan turut membuka donasi secara umum.
Seluruh pelaksanaan dikerjakan dengan melibatkan para siswa, dan pembina Gerakan Pramuka sekolah.
"Sebanyak lima siswa dan delapan orang pembina kebagian membagi takjil. Sementara, 15 santri putri berperan aktif dalam menyiapkan takjilnya," kata Suci Mandayanti, S.Pd., Ketua Gudep SMP SMA Al Fattah Buduran.
Ia menyampaikan, menu paket takjil yang dibagikan kali ini, terdiri dari air mineral Al Fattah kemasan botol, kurma sukari, pizza mini, risol mayo, donat, dan lumpia.
"Kegiatan ini kami selenggarakan di kawasan alun-alun, Sidoarjo," terangnya. Lokasi itu dipilih, karena tempat tersebut merupakan pusat kota yang ramai dikunjungi masyarakat. Sehingga, dapat menjangkau khalayak umum yang membutuhkan.
Lebih jauh, kata dia, tujuan dari kegiatan itu adalah untuk membantu masyarakat, terutama mereka yang tidak mampu membeli makanan untuk berbuka puasa, atau mereka yang masih dalam perjalanan pulang kerja.
Selain itu, juga untuk meningkatkan rasa kepedulian sosial dan empati antar masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, para santri dapat mempromosikan nilai-nilai kebaikan, seperti kepedulian, empati, dan kesabaran.
Dan, diharapkan juga sebagai sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan para santri. Karena berbagi takjil, merupakan bentuk ibadah dan kebaikan yang dilakukan dengan niat yang tulus dan tanpa pamrih.
Dia menambhakan, melalui kegiatan berbagi takjil, dapat melatih para siswa dalam mengelola kegiatan yang bersinggungan langsung dengan masyarakat umum, juga menasah keterampilan manajerialnya.
Keseruan dalam kegiatan itu, tergambarkan antusias civitas Al Fatah mengikuti kegiatan itu. Meskipun diguyur hujan deras saat pembagian takjil, santri dan pembina tetap bersemangat. Ditambah, antusias dari masyarakat yang rela mengantre dengan tertib.
"Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya, baik dalam aspek sosial maupun spiritual," pungkasnya. (nas)
Editor : Guntur Irianto