SIDOARJO - SDN Banjarasri dan SDN Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, kembali terendam banjir, Selasa (25/2). Diduga ini akibat hujan lebat Senin (24/2) malam.
Akibat banjir tersebut, proses belajar mengajar menjadi terdampak. Banjir di Desa Kedungbanteng, Tanggulangin, Sidoarjo, ini sudah mencapai ketinggian 35 sentimeter. Banjir kali ini terbilang cukup parah dari tahun-tahun sebelumnya.
"Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Sidoarjo sejak sore hingga malam, Senin (24/2) kemaren mengakibatkan wilayah Desa Kedungbanteng dan Banjarasri, Tanggulangin kembali terendam banjir," ujar Kepala BPBD Sidoarjo, Mustain Baladan, Selasa (25/2).
Menurutnya, banjir tersebut kembali merendam Kedungbanteng dan Banjarasri apabila hujan lebat tak kunjung reda. Untuk itu, pihaknya sudah melakukan pendataan terhadap titik-titik yang terendam banjir.
"Paling parah di SDN Banjarasri ketinggian air mencapai 35 sentimeter," ungkapnya.
Selain itu, masih menurut Mustain, di RT 3/RW 1, Desa Banjarasri, genangan banjir mencapai 30 sentimeter. Tak hanya itu, di RT 4 Desa Kedungbanteng, ketinggian air mencapai 25 sentimeter.
"Kemudian di RT 4/RW 1, Desa Banjarasri, ketinggian air mencapai 15 sentimeter dan di depan SDN Kedungbanteng ketinggian air mencapai 10 sentimeter," jelasnya.
Merespons hal tersebut, BPBD Sidoarjo sudah melakukan koordinasi dengan DPUBMSDA, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Polri, TNI, kecamatan, pemdes dan warga.
"Kami sudah mendirikan posko lapangan bencana hidrometeorologi di Balai Desa Kedungbanteng, Tanggulangin, Sidoarjo," pungkasnya terkait penanganan banjir. (dik/gun)
Editor : Guntur Irianto