SIDOARJO - Seekor buaya muara berukuran sedang, yang masuk ke tambak milik warga di Dusun Tlocor, Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, dilaporkan ke Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Satuan Kerja (Satker) Surabaya.
Pantauan Radar Sidoarjo di lokasi, petugas BPSPL dibantu dengan Lembaga Penangkaran Buaya, Batu, Malang sedang berupaya untuk mengevakuasi buaya berukuran satu setengah meter dari dalam tambak milik Ratimin, di Desa Kedungpandan, Jabon, Sidoarjo.
"Kami melaporkan ke BPSPL Surabaya untuk membantu menangkap buaya itu agar keluar dari area tambak," ujar anak pemilik tambak, Agus.
Pria asal Mojokerto tersebut berharap, pihak terkait dapat segera menangkap buaya supaya tidak membuat warga semakin ketakutan. Dia khawatir karena buaya tersebut merupakan binatang buas.
"Awalnya kami menerima laporan sejak Selasa (28/1) dari pemilik tambak terkait buaya masuk tambak," ujar Koordinator Satuan Kerja (Satker) Surabaya BPSPL Denpasar, Suwardi.
Merespons laporan tersebut, petugas menuju ke tambak kawasan Jabon pada Jumat (31/1). Karena kekurangan personel, BPSPL meminta bantuan kepada Lembaga Penangkaran Buaya, Batu untuk membantu mengevakuasi hewan predator berdarah dingin itu.
Menurutnya, sosok reptil tersebut diduga berasal dari Sungai Brantas yang berada di sebelah utara tambak. Debit air sungai yang naik, membuat buaya tersebut menuju ke tambak milik warga.
"Ini jenis buaya muara berukuran satu setengah meter. Buaya ini merupakan buaya yang dilindungi, jadi butuh penanganan khusus," tegasnya.
Untuk menangkap buaya tersebut, mereka menggunakan umpan ayam utuh yang sudah dikaitkan dengan jaring, apabila ayam tersebut dimakan otomatis buaya akan masuk ke dalam perangkap.
"Kami menggunakan dua ayam sebagai umpan, tadi yang satu sudah dimakan, tapi lolos. Ayam yang satunya ini kailnya diletakkan di badan ayam," jelasnya.
Menurutnya dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menangkap buaya, di antaranya dengan cara dipancing, air di tambak dikurangi atau dijebak.
"Ini buayanya masih belum ke arah umpan. Masih menampakkan diri di pinggir berpindah-pindah tempat, jadi masih diupayakan," tandasnya saat menunggu kemunculan buaya di tambak Desa Kedungpandan, Jabon, Sidoarjo. (dik/gun)
Editor : Guntur Irianto