SIDOARJO - Penggunaan Alun-alun Sidoarjo untuk publik kini mulai dibatasi. Hal ini dilakukan sebagai persiapan revitalisasi untuk menjadikan area tersebut lebih representatif sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo, Bahrul Amig menyampaikan, penggunaan Alun-alun selama ini masih bersifat fleksibel. Namun, kepala daerah telah merencanakan desain baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan RTH.
"Karena itu, kegiatan-kegiatan yang memanfaatkan Alun-alun kini dibatasi," ujar Amig saat ditemui, Rabu (22/1).
Amig menambahkan, ruang terbuka untuk publik memang bisa dimanfaatkan siapapun tanpa mengganggu hak-hak pengguna lainnya.
“Kami tetap fleksibel, tapi Alun-alun kini sudah masuk dalam tahap revitalisasi,” jelasnya.
Saat ini, revitalisasi Alun-alun masih berada pada tahap proses lelang. Amig mengaku belum mengetahui kapan lelang tersebut akan diumumkan.
"Setelah proses lelang selesai, kami akan menentukan kapan bisa mulai kontrak dan memulai pekerjaan," katanya.
Selama masa persiapan revitalisasi, penggunaan Alun-alun hanya diizinkan untuk kegiatan bersifat temporer dan berdurasi singkat.
“Kegiatan seperti senam atau acara komunitas dengan durasi hitungan jam masih diperbolehkan,” tambahnya.
Ia menegaskan, kegiatan yang memakan waktu lama, seperti bazar atau pameran dengan panggung besar, tidak akan diizinkan untuk sementara waktu.
“Kami tidak ingin ada aktivitas panjang yang mengambil ruang yang seharusnya bisa dinikmati oleh publik,” jelas Amig.
Amig juga meminta agar setelah revitalisasi selesai, pemerintah daerah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) untuk mengatur standar penggunaan Alun-alun.
“Perbup ini penting agar ada acuan yang jelas dalam pemanfaatan Alun-alun di masa mendatang,” ujarnya.
Sebelumnya, revitalisasi Alun-Alun direncanakan pada 2023, tetapi gagal karena proses lelang tidak selesai tepat waktu. Tahun ini, DLHK optimistis dapat segera melaksanakan proyek tersebut.
“Kami berharap revitalisasi ini bisa segera dimulai tahun ini,” pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista