SIDOARJO - Permasalahan banjir di Sidoarjo menjadi perhatian utama dalam beberapa minggu terakhir ini. Pemkab Sidoarjo dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas melakukan koordinasi serta kerjasama untuk mencari solusi permasalahan tersebut.
Kepala BBWS Brantas, Hendra Ahyadi mengatakan, pihaknya tengah melakukan koordinasi intensif dengan Pemkab Sidoarjo. Fokus utamanya adalah untuk revitalisasi sungai dan penertiban bangunan liar yang menghambat aliran air.
"Saat ini terdapat 45 bangunan liar yang telah teridentifikasi di sekitar aliran sungai," ucapnya saat ditemui Radar Sidoarjo, Selasa, (21/1).
Dalam waktu dekat, BBWS akan fokus penanganan di wilayah Pepelegi. Ini dikarenakan beberapa waktu lalu sempat mengalami banjir yang cukup parah. Pihaknya berencana menurunkan alat berat untuk mempercepat normalisasi sungai.
Namun, ia menyoroti tantangan aksesibilitas di beberapa titik sungai akibat adanya bangunan liar. Hal itu menjadi kendala dalam proses revitalisasi dan memerlukan penanganan segera.
"Beberapa titik sungai bahkan susah untuk diturunkan alat berat, karena aksesnya yang susah, sebab ada bangunan yang harus ditertibkan. Setelah menangani bangunan liar, kami harapkan aliran sungai dapat kembali tertata dan hambatannya bisa hilang," katanya.
Terkait rencana pembangunan embung, BBWS Brantas masih membutuhkan kajian lebih lanjut. Mengingat, Kota Delta termasuk daerah tambak, yang memiliki karakteristik geografis khusus.
Sementara itu, Plt Bupati Sidoarjo, Subandi mengaku berkomitmen untuk terus menjalankan program normalisasi sungai. Dia menyebut, kegiatan bersih-bersih sungai setiap Jumat akan tetap dilanjutkan sebagai bagian dari upaya mitigasi banjir.
"Normalisasi tetap akan berjalan, kegiatan gotong royong bersih-bersih juga tetap akan kami lakukan," terangnya.
Subandi menjelaskan, sosialisasi kepada masyarakat sangat penting dalam penertiban bangunan di sepanjang aliran sungai. Hal itu agar alat berat dapat mengakses area yang selama ini terhalang oleh bangunan liar.
"Jika tidak segera ditangani, banjir akan semakin parah setiap tahunnya," katanya.
Dia mengajak semua pihak untuk berani menghadapi tantangan besar tersebut demi berkurangnya dampak banjir di waktu yang akan datang.
Subandi menargetkan revitalisasi sungai dari Sepanjang hingga Tambaksawah. Baginya, dengan penataan yang baik, diharapkan banjir dapat diminimalisasir.
Ia menekankan pentingnya kerja keras dalam menghadapi masalah lingkungan di Sidoarjo. "Ini adalah tantangan besar, tapi dengan sinergi, saya yakin kita bisa menurunkan risiko banjir secara bertahap," tutup usai pertemuan dengan BBWS Brantas. (sai/gun)
Editor : Guntur IriantoSumber : radar sidoarjo