SIDOARJO - Tiga ekor buaya berukuran besar kembali menampakkan diri di sungai Desa Kedungpeluk, Kecamatan Candi, Sidoarjo sepekan terakhir. Sejumlah warga mengetahui penampakan buaya di sekitar jembatan kayu, tepatnya di RT 5/RW 1, desa setempat.
Tiga buaya ini sering terlihat oleh petambak, nelayan maupun warga yang sedang berada di sekitar sungai Desa Kedungpeluk, Candi, Sidoarjo. Kemunculan buaya tersebut tak bisa ditebak, namun paling sering pada malam hari.
"Buaya tersebut kembali muncul seminggu yang lalu, munculnya di tengah sungai malam hari sekitar pukul 22.00," kata warga setempat, Fadli, Senin (20/1).
Menurut pria 25 tahun itu, penampakan tiga sosok reptil sekaligus ini diketahuinya saat ia sedang duduk di pos depan rumahnya. Ia menjadi orang yang pertama kali menyaksikan penampakan langka ini.
"Saya yang tahu pertama pada Senin, (13/1), kepala buaya tiba-tiba muncul di tengah sungai. Awalnya satu-satu dulu munculnya, kemudian jadi tiga itu," ungkap Fadli.
Merespons hal tersebut, ia melaporkan penampakan buaya tersebut kepada keluarganya, lalu tersebar hingga tetangga sekitar. Sehingga, penampakan buaya tersebut menjadi tontonan warga.
"Sama orang tua saya di senter kelihatan jelas buayanya. Akhirnya, tetangga sekitar semua berbondong-bondong melihat semua bawa senter, tidak ada yang mengabadikan, warga semua senang melihat," paparnya.
Rupanya, kemunculan sosok buaya tersebut tak membuat warga ketakutan. Warga bersama-sama menyaksikan kemunculan buaya dari pinggir sungai. Meski banyak yang menyaksikan, buaya tersebut malah menampakkan dirinya dengan jelas.
"Munculnya itu lima menit, kemudian tenggelam, terus lima menit, tenggelam lagi. Datangnya dari arah utara semua ketiganya, mereka bertemu di tengah sungai tabrakan, lalu yang satu pergi ke selatan jembatan," jelasnya.
Dijelaskannya, tiga buaya yang muncul itu berukuran antara empat sampai lima meter, dua buaya berwarna hitam, sedangkan satu buaya berwarna kuning. Meski tergolong binatang buas, namun sosok buaya tersebut tak mengganggu warga.
"Tidak pernah mengganggu warga, warga juga tidak mengganggu mereka (buaya, red). Pernah satu kali itu masuk ke kolam lele milik petambak, tapi petambak itu pasrah, karena dia yakin jika kolamnya dimasukin buaya, akan datang rejeki," terangnya.
Namun, menurut Fadli, kemunculan buaya tersebut tak bisa ditebak, terkadang muncul satu bulan dua kali, terkadang satu bulan satu kali.
Hal senada disampaikan oleh warga setempat lainnya, Udin. Ia membenarkan adanya kemunculan buaya tersebut. Menurutnya, buaya kerap terlihat di sekitar tambak dan pemukiman warga.
“Pada Senin (6/1), buaya muncul di sungai depan rumah. Munculnya lama dari pukul 22.00 sampai 23.30, sering munculnya itu malam, kalau siang jarang. Tapi diam saja di pinggir sungai," ungkap pria 38 tahun tersebut.
Udin menduga sosok reptil tersebut keluar untuk mencari makan. Benar saja, setelah diberi makan ikan mujaer, buaya tersebut memakannya dengan lahap.
"Buayanya besar, warna hitam, giginya besar, pas mulutnya terbuka itu mengerikan. Tapi tidak mengganggu warga, hanya menampakkan diri kelihatan kepalanya gitu," jelasnya.
Tiga buaya tersebut menjadi tontonan warga Desa Kedungpeluk, Candi, Sidoarjo. Kemunculan buaya ini ditunggu warga sekitar yang penasaran. (dik/gun)
Editor : Guntur Irianto