SIDOARJO - SMP Negeri 1 Porong, Sidoarjo mengadakan gelar karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) kedua dengan tema "Kearifan Lokal Wayang Gagrak Porongan". Hadir dalam kegiatan tersebut, wali murid, OSIS, tokoh masyarakat dan para siswa.
Kepala SMP Negeri 1 Porong, Sidoarjo, Al Hadi, M.Pd.I. mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai kearifan lokal wayang gagrak porongan. Menurutnya, wayang saat ini kurang dikenal terlebih generasi saat ini.
"Karena itu, sangat penting untuk mengenalkan dan melestarikan budaya ini kepada generasi muda," ucapnya kepada Radar Sidoarjo, Rabu, (15/1).
Hadi menjelaskan, dengan mengenalkan budaya lokal seperti wayang gagrak porongan, diharapkan anak-anak dapat mencintai dan menjaga warisan budaya Indonesia.
"Ini menjadi langkah positif dalam upaya pelestarian budaya yang ada di daerah," ujarnya.
Pihaknya memilih wayang gagrak porongan sebagai tema dalam kegiatan P5, untuk menarik minat masyarakat. Serta bagian daripada melestarikan budaya ke masyarakat luas.
"Kegiatan ini juga memberi peluang bagi siswa untuk meningkatkan bakat minat bahkan berakarir di dunia pewayangan (seperti: dalang, sinden, dan sebagainya)" pintanya.
Ketua pelaksana Gelar Karya P5, Nikmatul Fadlilah menjelaskan, kegiatan tersebut adalah bagian dari kurikulum merdeka belajar. Tujuannya adalah agar siswa dapat lebih mengenal dan memahami kearifan lokal daerah Porong.
"Siswa tidak hanya belajar tentang karakter-karakter wayang, tetapi juga memahami perilaku baik dan buruk yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
"Dengan demikian, mereka diharapkan dapat menumbuhkan sikap positif berdasarkan nilai-nilai yang ada dalam cerita wayang," imbuhnya.
Sebanyak 27 kelas dari SMP Negeri 1 Porong ikut berpartisipasi dalam acara. Masing-masing menampilkan wayang sekaligus naskah yang mereka buat sendiri.
"Semua itu dilakukan secara mandiri dengan bimbingan dari guru dan orang tua, sehingga mereka dapat menggelar pergelaran wayang dengan hasil karya mereka sendiri," terangnya.
Nikmatul berharap, kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai budaya lokal dan menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan budaya daerah. "Kami berharap, kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat lain untuk lebih mengenal dan menghargai seni tradisional," harapnya.
Salah satu siswa, Ahmad Firdaus mengaku senang. Dia mendapatkan banyak pembelajaran dari kegiatan tersebut.
"Kami melakukan berbagai persiapan untuk mempersiapkan pertunjukan, mulai dari mengecat wayang, menulis naskah, hingga berlatih dalang dengan bimbingan guru dan orang tua," ungkapnya.
"Secara pribadi saya berharap, wayang kulit gagrak orongan dapat terkenal hingga ke seluruh dunia," pungkas siswa SMP Negeri 1 Porong, Sidoarjo ini. (nas/sai)
Editor : Guntur Irianto