SIDOARJO – Tugu ikan bandeng dan udang di Bundaran Sepande, Sidoarjo, saat ini mengalami kerusakan yang cukup parah. Selain struktur yang rusak, warna tugu juga memudar, sehingga tampak tidak menarik.
Kepala Bidang Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo, Hery Santoso, mengungkapkan bahwa perbaikan tugu ini membutuhkan perhatian khusus, mengingat tingkat kerusakannya yang serius.
“Kerusakan tugu di Bundaran Sepande cukup parah. Perbaikannya membutuhkan keahlian khusus,” ujar Hery kepada Radar Sidoarjo, Jumat (27/12).
Hery menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah mengusulkan perbaikan tugu tersebut. Namun, hingga kini, usulan tersebut belum mendapatkan persetujuan.
“Kami sudah mengajukan usulan, tetapi belum mendapat persetujuan. Dengan adanya pemberitaan ini, semoga menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.
Menurutnya, kerusakan pada tugu sudah terjadi cukup lama, bahkan sebelum ia menjabat pada tahun 2023.
“Kerusakan ini sudah berlangsung lebih dari satu hingga dua tahun,” ungkapnya.
Namun, ia belum dapat memastikan penyebab kerusakan tersebut. “Saya belum bisa memastikan apakah ini akibat faktor alam atau tindakan manusia,” tambahnya.
Hery mengaku berada dalam dilema terkait kerusakan tugu di Bundaran Sepande, karena lokasi tugu berada di area pengembang. Meski begitu, ia menegaskan bahwa revitalisasi tugu menjadi salah satu prioritasnya ke depan.
“Revitalisasi tugu itu sangat diperlukan karena kondisinya sudah tidak sedap dipandang dan tidak memenuhi standar estetika,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa usulan perbaikan harus melalui prosedur yang berlaku. “Insya Allah, kami akan mengajukan perbaikan terlebih dahulu sesuai prosedur yang ada,” pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista