SIDOARJO - Bagi Eko Dony Abrianto, 29, menjadi penyandang disabilitas (tuna daksa) yang masih bisa diterima kerja di perusahaan besar adalah keberuntungan yang luar biasa.
"Saya beruntung bisa bekerja di Alfamart, dan ditempatkan di toko yang timnya sangat support terhadap kondisi fisik saya," kata crew Toko Alfamart Durung Banjar Sidoarjo ini di sela peringatan Hari Disabilitas Internasional di DC Alfamart Branch Sidoarjo.
Di Alfamart, Eko merasa menjadi karyawan pada umumnya tanpa perbedaan. "Di toko saya diperlakukan sama seperti personel lainnya, tidak ada perbedaan. Kalau waktunya kebersihan ya saya nyapu, ngelap, ngepel, nata gudang. Kalau waktunya display di rak ya saya display kiriman seperti biasa," jelas pria kelahiran Pasuruan yang setiap hari nglaju PP Sidoarjo Pasuruan.
Eko juga bercerita awal dirinya dinyatakan diterima kerja di Alfamart, keluarganya tidak percaya. "Dikira saya berbohong, lalu saya tunjukkan hasilnya, orangtua saya sampai menangis terharu," cerita pria yang sebelumnya pernah bekerja sebagai kurir JNT Express ini.
Bagi Eko, dua bulan bekerja dirinya mudah menyesuaikan diri. "Intinya, kesetaraan adakah kunci keberhasilan. Di lingkungan kerja yang menganggap kami setara, di situlah kami bisa memberikan kontribusi yang terbaik," ujarnya.
Alfamart terus menunjukkan komitmennya terhadap program inklusif melalui program Alfability yang diluncurkan sejak tahun 2016.
Melalui program ini jumlah karyawan penyandang disabilitas terus bertambah. Di Alfamart Cabang Sidoarjo, ada 40 karyawan penyandang disabilitas dari 1.040 karyawan disabilitas secara nasional.
Human Capital Director Alfamart, Tri Wasono Sunu mengatakan, melalui Alfability perusahaan berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan mendukung bagi semua karyawan.
"Kami percaya bahwa keberagaman memperkaya perusahaan kami dan membantu kami melayani pelanggan dengan lebih baik," sambungnya.
Sunu menambahkan, para karyawan Alfability tidak hanya berkontribusi melalui pekerjaan tapi juga membawa semangat dan dedikasi yang luar biasa yang menjadi inspirasi bagi rekan-rekan kerja mereka.
Ia menegaskan komitmen Alfamart untuk terus menyediakan pelatihan dan dukungan yang diperlukan agar setiap karyawan dapat memberikan yang terbaik dalam perannya.
Alfability ini adalah wujud tanggung jawab sosial perusahaan bagi penyandang disabilitas, yang bertujuan merekrut karyawan penyandang disabilitas, memberikan mereka peluang untuk berkontribusi dan berkembang di lingkungan kerja yang mendukung.
Secara nasional, hingga 30 November 2024, total ada 1.040 penyandang disabilitas telah bekerja di Alfamart di berbagai posisi, seperti kantor, gudang, dan toko. Dengan rincian, 566 tunadaksa, 377 tunarungu, 79 tunanetra, 18 tunagrahita.
Di Alfamart Cabang Sidoarjo, dari 8.105 karyawan, 40 diantaranya atau 0,05% nya adalah penyandang disabilitas. Di Warehouse 9 orang, Office 3 orang, Toko 28 orang. Laki-laki 32 orang dan perempuan 8 orang. (vga)
Editor : Vega Dwi Arista