SIDOARJO - Tim Rescue Damkar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo mengungkap ada 98 ekor ular yang dievakuasi selama periode 1 Januari sampai 31 Agustus 2024. Paling mengerikan adalah ular kobra.
Tim rescue BPBD Sidoarjo mengevakuasi ular yang masuk rumah, warung, gudang hingga pekarangan. Wilayah yang paling banyak terdapat ular yakni wilayah Kecamatan Taman dengan total 21 ekor ular telah dievakuasi.
"Ular yang dievakuasi tersebut terdiri dari bermacam jenis seperti ular weling, hijau, sanca dan kobra," ujar Humas Damkar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo Yoli, Rabu (11/9).
Namun, ular yang dievakuasi selama delapan bulan ini di wilayah Kabupaten Sidoarjo, didominasi oleh ular kobra dan sanca. Dia juga mengimbau warga agar tidak panik jika melihat ular di pemukiman.
"Masyarakat dapat menghubungi tim Rescue Damkar atau bila dirasa mampu mengusir bisa diusir dengan menggunakan alat," ungkapnya.
Yang kedua wilayah terbanyak penangkapan ular yakni, Kecamatan Krian, terdapat 13 ekor ular dievakuasi dan disusul Kecamatan Candi, serta Kecamatan Buduran dengan total delapan ekor ular dievakuasi.
Selanjutnya, wilayah Kecamatan Balongbendo ada tujuh ekor ular dan Kecamatan Sedati, serta Kecamatan Tulangan terdapat lima ekor ular dievakuasi.
"Kami tidak pernah mengevakuasi ular di wilayah Kecamatan Jabon," jelasnya.
Ular paling panjang yang selama delapan bulan terakhir dievakuasi sepanjang empat meter. Tercatat ada empat ular dengan panjang tersebut.
Bahkan juga ada ular yang sedang bertelur saat dilakukan evakuasi. Kemudian, ular-ular tersebut dibawa ke Pos Damkar Sidoarjo Kota dan sebagian diserahkan ke BKSDA Jatim.
"Kemunculan ular tersebut rata-rata di rumah yang berdekatan dengan sungai dan lahan kosong," tandasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista