SIDOARJO - Warga RT 26/RW 06, Jalan Brigjend Katamso 3, Dusun Balongpoh, Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru geger. Pasalnya ditemukan sesosok mayat perempuan lansia yang mengapung di sumur kos-kosan, Jumat (23/8) pagi.
Mayat tersebut diketahui oleh penghuni kos saat hendak menimba air sekitar pukul 02.00. Informasi yang dihimpun menyebut, korban bernama Ratna, 60, warga RT 28/RW 06 desa setempat. Diduga korban bunuh diri, karena depresi memikirkan anaknya.
Warga setempat, Ismono mengatakan, salah satu penghuni kos yakni Pak Man baru pulang dari mencari rongsokan. Kesehariannya, Pak Man cuci kaki di sumur tersebut usai mencari rongsokan.
"Pak Man pulangnya sekitar pukul 02.00 sampai 03.00. Pas nimba air itu, dia melihat ada sosok perempuan di dalam sumur," ujarnya kepada Radar Sidoarjo.
Mendapati hal tersebut, saksi mencoba mengambil senter untuk memastikan. Saat dicek, ternyata benar, ada sosok perempuan berada di dalam sumur dengan posisi terlentang.
"Saat itu orangnya (korbannya, red) masih hidup. Pak Man kaget, orangnya masih mendengkur," ungkap pria 64 tahun itu.
Dia menambahkan, kemudian saksi membangunkan penghuni kos yang lain dengan maksud untuk meminta tolong. Ketika, penghuni kos yang lain keluar, mereka berupaya untuk menyelamatkan korban.
"Warga berupaya membantu menyelamatkan korban, tapi berhubung sumurnya kecil jadi kesulitan. Akhirnya melaporkan ke ketua RW 06," imbuhnya.
Ironisnya, ketika ditolong warga, korban sempat ada gestur tubuh menolak. Laporan tersebut akhirnya diteruskan ke Polsek Waru dan Damkar Sidoarjo untuk mengevakuasi korban.
Tidak selang lama, anggota Polsek Waru datang ke lokasi kejadian dan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Warga setempat awalnya tidak ada yang mengenali korban.
"Warga tidak ada yang tahu korbannya orang mana. Tidak ada yang kenal," tegasnya.
Sementara itu, Komandan Regu Penyelamat Damkar Sidoarjo Shofyan Pandu mengatakan, pihaknya bergerak cepat menuju ke lokasi mayat perempuan berada di dalam sumur usai mendapat laporan dari warga sekitar pukul 03.46.
"Kita evakuasi menggunakan tripod sistem, kita katrol dengan cara salah satu personel turun masuk ke sumur untuk mengevakuasi jenazah," ungkapnya.
Proses evakuasi jenazah berlangsung sekitar tiga jam, berhasil dievakuasi sekitar pukul 06.40. Jenazah korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim untuk dilakukan visum.
Berdasarkan informasi yang didapat dari warga sekitar, diduga korban mengalami depresi, karena anak perempuannya yang bekerja di luar negeri tidak kunjung pulang ke rumah selama sudah satu bulan lebih.
Kasus penemuan mayat ini sedang dalam penyelidikan lebih lanjut oleh anggota Polsek Waru. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista