Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

drg Toton Yuswanto, dari Keluarga Sederhana, Berhasil Menjadi Dokter Gigi dan Membantu Sesama

M Saiful Rohman • Sabtu, 10 Agustus 2024 | 01:24 WIB

drg Toton Yuswanto
drg Toton Yuswanto
 

SIDOARJO - Terlahir dari keluarga yang sederhana, membuat drg. Toton Yuswanto harus bekerja keras dalam meraih mimpinya menjadi dokter gigi.

Apalagi support system di lingkungan desa tempat tinggalnya dinilai kurang mendukung. Dimana masyarakat pada waktu itu hanya berpikir bila sukses cukup mempunyai uang banyak dengan bekerja di pabrik.

Akan tetapi hal itu tidak mempengaruhi mental bajanya untuk berkarir. Oleh karenanya, pada waktu naik ke jenjang SMP, ia meminta ke orang tuanya agar disekolahkan di daerah kota. SMP Negeri 4 Sidoarjo menjadi pilihannya.

"Saya sangat ingin mengubah nasib," ucapnya pada Radar Sidoarjo, Jumat (9/8).

Begitu juga saat SMA, tujuannya tetap sama. Yakni dapat sekolah di daerah kota. SMA Negeri 2 Sidoarjo jadi jujukannya. Apalagi ia tergolong siswa yang cerdas dan selalu rangking satu.

"Karena memang cita-cita saya ingin menjadi dokter sejak masih kecil, meski banyak pilihan saya tetap ingin menjadi dokter," ujarnya.

Kemudian ia mendapatkan beasiswa Asian Development Bank untuk kuliah di Universitas Jember. Dia merasa beruntung mendapatkan bantuan pendidikan tinggi tersebut.

Toton mengaku memilih menjadi dokter gigi, karena masa pendidikannya relatif singkat dibandingkan dokter umum. Dengan pendidikan yang lebih sebentar, ia juga bisa lebih ringan untuk biayanya.

"Saya tidak mau memilih bekerja di rumah sakit atau menjadi PNS, karena saya ingin dapat bekerja sambil punya banyak waktu luang untuk keluarga, tujuan saya di situ, sembari menjalankan hobi yang saya miliki," kata Toton yang memiliki hobi motor gede (moge) itu.

"Dengan menjadi owner klinik kan saya mempunyai banyak waktu, saat saya ada touring kan tinggal berangkat, kalau saya PNS kan nggak bisa, enaknya swasta begini, saya masih bisa mengantarkan anak sekolah dan sebagainya sebelum saya praktik," imbuhnya.

Dokter gigi asli Desa Sudimoro, Kecamatan Tulangan tersebut sangat mencintainya profesinya. Saking bucinnya, niatnya hanya satu. Yakni, dapat membantu sesama.

"Saya pernah membantu anak yatim yang tidak punya ingin mendaftar TNI maupun Polisi, saya gratiskan untuk operasi gigi bungsunya. Dan Alhamdulillah begitu mereka berhasil mereka tidak lupa dengan saya, rasa terimakasihnya itu ada, saya sangat bahagia," ceritanya.

Dia mengaku, sangat menikmati profesi sebagai dokter gigi.

“Saya akhirnya bisa bekerja sambil ibadah, Alhamdulillah," ucapnya syukur.

Toton berpesan bagi anak muda yang mempunyai cita-cita sebagai dokter. Agar selalu yakin bahwa ada banyak jalan untuk meraih mimpi.

"Dokter itu selalu dibutuhkan masyarakat, selain menjalankan profesi tanpa disadari kita juga menolong, karena masyarakat terbantu dengan keahlian kita," pungkasnya. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#gigi #Membantu #karir #Hobi #motor gede #keluarga #dokter