SIDOARJO - Warga Kauman, Kecamatan Krian prihatin. Pasalnya, seorang balita perempuan berusia dua tahun ditinggal kabur oleh ibunya di Masjid Besar Miftahul Abidin Krian dan ditemukan oleh pengurus masjid, Rabu (31/7).
Informasi yang dihimpun menyebut, balita malang itu ditinggal kabur oleh ibunya ketika sedang tidur. Diketahui, sang ibu sedang dalam keadaan hamil. Kini, petugas kepolisian sudah mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Pengurus Masjid Besar Miftahul Abidin Imam Agil Priyono mengatakan, seorang ibu yang berusia sekitar 40 tahun dan balita perempuannya datang ke masjid pada Selasa (30/7) sekitar pukul 20.00.
"Sempat ikut salawatan, pakai rukuh juga kok. Dikasih konsumsi, makanan dan minuman, tapi masih utuh, tidak dimakan," ujarnya.
Hingga menunjukkan pukul 23.00, sang ibu bersama balitanya ini masih belum meninggalkan masjid dan malah tertidur pulas di emperan masjid tanpa menggunakan alas apapun.
Mendapati mereka kedinginan, Agil mencoba mendatangi dengan membawakan karpet, nasi dan minuman. Setelah dibangunkan, sang ibu duduk dan diberikanlah karpet tersebut untuk alas.
"Saya tanya, 'bu nginap disini?' kalau nginap disini peraturannya harus ada identitas minimal KTP. Tapi ibunya menangis dan saya tidak tega untuk meneruskan," ujarnya.
Alhasil, mereka diizinnkan menginap di masjid tersebut. Namun, setelah menggelar karpet, sang ibu justru tidak tidur dan hanya duduk di samping anaknya. Setelah itu, ditinggal ke kantor masjid oleh Agil.
"Setelah 30 menit, saya mau ke toilet, saya lihat anak ini kok ditinggal sendiri. Akhirnya saya cari ibunya di toilet perempuan, di belakang juga tidak ada," ungkapnya.
Karena cemas, dia mencoba mengecek rekaman kamera CCTV, ternyata benar, setelah dicek terlihat sang ibu lari terbirit-birit keluar dari masjid melalui pintu belakang menuju Kampung Magersari, Krian.
"Saya pikir ibu itu orang Magersari yang mungkin cekcok dengan suaminya, lalu anaknya ditinggal. Karena biasanya ada disini, perempuan bertengkar dengan suaminya, tapi langsung pulang," urainya.
Setelah satu jam, sang ibu tak kunjung kembali dan Agil melaporkannya ke ketua RW. Setelah berupaya melakukan pencarian di jalanan sekitar masjid, ibu tersebut tidak diketemukan.
"Pas datang itu bawa tas kain sama tas kresek. Yang ditinggal pampers dua sama susu bubuk untuk anaknya. Anaknya tidak mencari ibunya sama sekali, tidak rewel," ungkapnya.
Diketahui, saat itu kondisi perempuan tersebut sedang hamil. "Ibunya sedang hamil, pas pakai rukuh juga kelihatan perutnya besar," urainya.
Gerak cepat Polsek Krian berbuah hasil, akhirnya Polsek Krian yang dipimpin oleh Kapolsek Krian Kompol Daky Dzul Qornain berhasil menemukan alamat keluarga balita tersebut yang berada di Pare, Kota Kediri.
"Benar, kita berhasil menghubungi neneknya yang ternyata orang Kediri. Pihak keluarga sedang menuju ke Sidoarjo untuk menjemput," tegasnya.
“Saat ini kita masih koordinasikan dengan UPTD PPA Sidoarjo dan Dinas Sosial untuk pengasuhan sementara balita tersebut,” ujarnya.
Di sisi lain, dari informasi yang diterima, perempuan tersebut meninggalkan kampung halamannya di Pare, Kota Kediri, sudah setahun lebih. Ibu balita itu diketahui bernama Zumrothul. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista