SIDOARJO - Siapa yang menduga, lebih dari seminggu lalu, Selasa, (16/7) musibah menimpa warga Desa Kedungpeluk, Kecamatan Candi. Jembatan yang menjadi akses satu-satunya bagi warga ambruk.
Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas warga menjadi lumpuh. Sekaligus kesulitas dalam dalam mendapatkan kebutuhan terutama air bersih.
Di tengah kepanikan dan keterbatasan tersebut muncul sebuah kisah inspiratif yang menyentuh hati. Pada hari kejadian, truk tangki air milik Perumda Delta Tirta (PDAM) sedang berada Desa Kedungpeluk untuk memenuhi pesanan air bersih. Nahas, truk tersebut terjebak di desa akibat ambruknya jembatan.
Awalnya, situasi itu dianggap sebagai kendala yang memperparah kondisi warga. Namun, berkat pemikiran kreatif dan semangat gotong royong, truk tangki yang terjebak justru menjadi solusi bagi permasalahan air bersih di desa.
Perumda Delta Tirta dengan sigap mengubah rencana awal. Mereka memutuskan untuk menjadikan truk yang awalnya dianggap terjebak itu sebagai pusat distribusi air bersih di Desa Kedungpeluk.
Direktur Utama Perumda Delta Tirta Sidoarjo, Dwi Hary Soeryadi mengatakan, setiap hari sebanyak dua hingga tiga truk tangki air Perumda Delta Tirta datang ke sisi jembatan. Utamanya dari Desa Kalipecabean yang masih dapat diakses.
"Pernah juga sampai lima truk tangki menyalurkan air dalam sehari," ucapnya.
Dengan menggunakan selang berukuran besar, air dari truk-truk tersebut kemudian disalurkan ke truk yang terjebak di Desa Kedungpeluk. Proses transfer air itu dilakukan secara bergantian dan terus-menerus, hingga semua kebutuhan air bersih warga terpenuhi.
Menurutnya, andai tidak terjebak, kemungkinan besar warga yang terisolir akan krisis air. Serta mereka akan berbondong-bondong antre di seberang jembatan menunggu kiriman air Perumda Delta Tirta.
"Karena ada truk yang terjebak itu, maka kami masih bisa mendistribusikan kepada warga setelah memperoleh transfer air dari truk lain di seberang jembatan yang ambruk," jelasnya.
Dengan begitu, dalam pendistribusian air ke wilayah warga yang terisolir sama sekali tidak terdampak. Pihaknya menyalurkan seperti saat sebelum adanya musibah.
Dwi berharap, berkat adanya truk tangki itu, warga bisa tetap beraktivitas dengan nyaman meskipun jembatan ambruk. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista