SIDOARJO - Setelah sempat dilakukan serangkaian penilai oleh tim akreditasi beberapa hari yang lalu, RSUD RT Notopuro resmi kembali mendapatkan akreditasi paripurna. Kini mereka akan mencoba mempersiapkan diri ke jenjang yang lebih tinggi.
Plt Direktur RSUD RT Notopuro, Atok Irawan mengatakan, tahun depan pihaknya akan mempersiapkan untuk mencapai akreditasi internasional.
"Tentunya itu untuk menunjang terus upaya kita dalam memberikan pelayanan, sesuai dengan rumah sakit kelas A,” ucapnya.
Beberapa hal yang mulai dilakukan oleh RSUD RT Notopuro dalam meningkatkan pelayanan. Seperti dengan menambah tenaga dokter baik umum, spesialis dan subspesialis.
“Dalam bulan Juli ini kita sudah ada tambahan empat tenaga dokter baik spesialis maupun subspesialis, beberapa tambahan tersebut ada dokter spesialis gigi anak, dokter spesialis bedah orthopedi, dokter spesialis penyakit dalam, serta ada satu orang tambahan dokter umum," jelasnya.
“Karena kelas A kami harus lengkap dan punya segala macam dokter spesialis juga subspesialis karena RS ini rujukan paling tinggi,” imbuhnya.
Rumah sakit yang belum genap satu tahun menyandang sebagai RSUD kelas A itu, total memiliki 143 tenaga dokter. Sebanyak 79 merupakan dokter spesialis dan 18 sub spesialis.
Jumlah tersebut tentunya masih memungkinkan untuk terus bertambah. Terlebih pada posisi subspesialis.
Saat ini ada beberapa dokter di RSUD RT Notopuro yang sedang mengeyam pendidikan untuk bisa mendapat gelar dokter subspesialis.
“Kita terus berupaya melengkapi dokter spesialis dan subspesialis sebagai kelas A yang belum setahun dikukuhkan,” bebernya.
Atok juga menerangkan, bila Gedung Diagnostik Terpadu (GDT) akan digenjot pengerjaan dan pemenuhan fasilitas di dalamnya. Supaya pada 2025 gedung tersebut bisa segera digunakan.
Tahun depan, RSUD RT Notopuro juga akan menyiapkan kelengkapan peralatan dan tenaga medis dan ahli untuk ruang operasi jantung. Serta tenaga medis akan ditambah untuk layanan prioritas kanker, stroke, ginjal, juga di kesehatan ibu dan anak.
“Ini semua sesuai dengan target dari Kemenkes RI untuk transformasi layanan kesehatan,” pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista