SIDOARJO - Selesai direnovasi, wajah Pasar Buduran kini tampil cantik. Dindingnya terhiasi dengan barang era 50'an. Seperti, wakul, tampah, sepeda onthel dan foto-foto kuno.
Dengan wajah tersebut, Pasar Buduran kini berganti nama menjadi Pasar Heritage Buduran. Nama tersebut dilaunching langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo, Widiantoro Basuki.
Dahulu, beberapa bagian pasar yang dibangun sejak era kolonial itu rusak. Atapnya kerap kali jebol saat hujan. Akan tetapi, setelah direnovasi dipastikan pasar penuh sejarah itu akan ramai dikunjungi warga.
"Yang rusak-rusak sudah diperbaiki, sudah selesai," ucapnya, Rabu (26/6).
Dia mengatakan, bangunan pasar tersebut merupakan cagar budaya yang dibangun sejak 1926 silam. Karena cagar budaya, bangunan tersebut tidak dibongkar meskipun kondisinya rendah dibandingkan jalan raya. Pihaknya hanya memperbaiki dan memoles agar lebih baik.
"Kami akan branding menjadi pasar heritage Buduran," jelasnya.
Oleh karena itu, dalam perbaikan ini pihaknya juga memberikan sentuhan-sentuhan tradisional. Misalnya, beberapa dinding pasar dilapisi anyaman bambu.
Meskipun perbaikan sudah selesai, namun pasar tersebut belum digunakan sepenuhnya. Hanya ada satu dua pedagang minuman dan makanan yang berjualan.
"Jualannya yang berbau tradisional dan vintage, misalnya, ada pedagang makanan dan minuman tradisional maupun barang-barang tradisional, seluruhnya berasal dari pelaku UMKM Sidoarjo," tutupnya.
Sementara itu, warga Australia, Paul mengaku penasaran dengan pasar sejarah yang ada di Sidoarjo. Dia yang beristri orang Indonesia itu berkunjung untuk mencicipi makanan tradisional yang ada.
"Makanannya enak, tadi penasaran dengan jajajan atau kue pasar," pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista