SIDOARJO - Sebanyak 30 puskesmas di Sidoarjo siap melaksanakan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada ibu hamil dan balita pada tahun ini. Program tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pencegahan kasus stunting.
Total anggaran sebesar Rp 5,8 miliar telah disiapkan. Berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Inensa Khoirul Harahap, dalam sebuah pertemuan yang dihadiri oleh peserta undangan dari 31 Puskesmas di Sidoarjo pada Rabu, 24 April 2024 lalu, di Ruang Delta Graha Setda Sidoarjo.
Menurut dr. Inensa, pentingnya penyelenggaraan program ini merupakan langkah serius dalam mencegah kasus stunting di Kabupaten Sidoarjo. Untuk itu, pelaksanaan program ini akan dilakukan langsung oleh para Puskesmas, bukan Dinas Kesehatan.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh Kepala Puskesmas, PPKOM Puskesmas, dan Bendahara Puskesmas, menunjukkan keseriusan dalam menjalankan program nasional ini.
"Dalam rapat koordinasi tersebut diikuti oleh Kepala Puskesmas, PPKOM Puskesmas dan Bendahara Puskesmas. Karena pentingnya tujuan program ini nasional itu," katanya.
Lebih lanjut, dr. Inensa menjelaskan bahwa alokasi dana untuk program ini tidaklah kecil, mengingat pentingnya tujuan pencegahan kasus stunting.
Selain itu, hadir pula dalam pertemuan tersebut Kasi Gizi Kesehatan Masyarakat Dinkes Jatim, dr. Cici Swiantika, yang memberikan arahan mengenai pentingnya menurunkan kasus gizi secara nasional, khususnya kasus stunting. Dr. Cici menekankan bahwa masalah stunting bisa disebabkan oleh pola asuh buruk dari para orang tua, baik karena keterbatasan ekonomi maupun pengetahuan tentang gizi yang kurang memadai.
Pihak Puskesmas di Sidoarjo diharapkan dapat merencanakan program PMT ini dengan baik, sesuai dengan alokasi anggaran yang telah disiapkan. Dalam hal ini, dr. Inensa menekankan pentingnya memilih cara pengadaan yang tepat, baik melalui swakelola maupun lewat e-katalog, yang tidak melanggar aturan yang berlaku.
Dengan kerja sama yang baik antara Puskesmas, Dinas Kesehatan, dan pihak terkait lainnya, diharapkan program pemberian makanan tambahan ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif dalam menurunkan kasus stunting di Kabupaten Sidoarjo. (nis)
Editor : Annisa Firdausi