Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Adik Via Vallen Diduga Terlibat Kasus Gadai Motor di Sidoarjo, Begini Kata Kuasa Hukum Korban

Diky Putra Sansiri • Selasa, 23 April 2024 | 22:26 WIB
TEGAS: : Kuasa hukum korban saat doorstop dengan media di depan rumah Via Vallen di Sidoarjo. (DIKY PUTRA SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
TEGAS: : Kuasa hukum korban saat doorstop dengan media di depan rumah Via Vallen di Sidoarjo. (DIKY PUTRA SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - Buntut dugaan kasus gadai Honda Vario yang diduga dijual oleh adik kandung Via Vallen berinisial RF masih berlanjut. Belasan orang yang mengatasnamakan Aliansi Arek Sidoarjo geruduk rumah Via Vallen di Desa Kalitengah, Tanggulangin, Senin, 22 April 2024.

Belasan orang itu juga termasuk Bonek Tanggulangin dan driver ojek online (ojol) turut mendatangi rumah Via Vallen sebagai bentuk solidaritas. Melalui kuasa hukumnya, korban Adit sudah melayangkan somasi yang pertama.

Kuasa hukum korban Adit Brahmada Pratama Putra menyebut, pihaknya sudah melayangkan somasi pertama kepada adik kandung Via Vallen yakni RF.

Menurut Brahmada, pihaknya akan melayangkan somasi yang kedua pada Kamis 25 April 2024 jika somasi yang pertama tidak ditanggapi dengan baik.

"Jika somasi tidak ditanggapi, teman-teman akan menempuh jalur hukum dan melaporkan ke Polresta Sidoarjo maupun Polsek Tanggulangin," ujarnya.

Akan tetapi, dia berharap, ada itikad baik dari pihak keluarga maupun RF untuk menyelesaikan kasus tersebut dengan baik dan tidak berbuntut panjang.

"Namun kalau ada itikad baik dari keluarga RF, monggo diselesaikan dengan baik," ungkapnya.

Hingga saat ini, unit Honda Vario tidak ditemukan di rumah RF. Bahkan, sejak tiga minggu yang lalu. Korban mengaku, masih belum mendapat kepastian mengenai keberadaan Honda Vario yang dibawa oleh RF.

"Jadi setelah gadai, seminggu setelahnya ditanyakan kepada RF unit nya sudah tidak ada. Adit datang ke rumah RF, akan tetapi tidak disambut dengan baik," imbuhnya.

Lebih lanjut, yang kedua, diketahui RF sudah tidak ada di rumahnya sejak satu bulan yang lalu dan tidak ada komunikasi dengan korban. Bahkan, nomor telepon korban juga diblokir oleh RF.

"Maka dari itu teman-teman dari Aliansi Arek Sidoarjo, Bonek Tanggulangin dan dari beberapa ojol juga datang kesini untuk menanyakan pertanggung jawaban RF," jelasnya.

Kedatangan mereka bukan untuk membuat kerusuhan, mereka datang baik-baik sebagai bentuk solidaritas untuk meminta pertanggung jawaban.

"Sebagai tambahan bahwa yang digadai bukan motor masih di leasing, tetapi sepeda motor yang lengkap dengan surat kendaraan bermotor. Jika dijual bisa laku Rp 18 juta hingga Rp 19 juta," tandasnya.

Sementara, Kapolsek Tanggulangin Kompol IGP Atma Giri mengatakan, kedatangan massa dari Aliansi Arek Sidoarjo untuk menyelasaikan masalah gadai sepeda secara baik dengan adik kandung Via Vallen RF.

Menurut Giri, massa yang berkumpul ingin menyelasaikan kasus secara kekeluargaan. Pihaknya mengaku sudah berkomunikasi dengan keluarga Via Vallen.

"Sudah komunikasi, beliaunya satu keluarga masih ada acara di Surabaya dan akan seger pulang," imbuhnya.

Dia mengimbau kepada belasan orang yang berkumpul untuk tetap tenang dan bersabar. Pihaknya akan membantu menyelesaikan kasus tersebut.

"Kalau bisa diselesaikan secara baik-baik. Tapi jika dirasa tidak bisa boleh melaporkan ke Polres ataupun Polsek," tandasnya. (dik/nis)

Editor : Annisa Firdausi
#Via Vallen #Polsek Tanggulangin #gadai motor #Tanggulangin