SIDOARJO - Pengelola Terminal Purabaya memprediksi puncak arus balik gelombang pertama bakal terjadi pada 14-15 April mendatang.
Pengawas Satuan Pelayanan (Wassatpel) Terminal Tipe A Purabaya, Ahmad Badik mengatakan, arus mudik gelombang pertama terjadi pada 14 hingga 15 April. Sebab di hari tersebut merupakan dua hari terakhir masa liburan.
Karena itu pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi lonjakan arus balik gelombang pertama tersebut. Seperti, memaksimalkan posko-posko khusus untuk memantau situasi.
"Kalau arus balik biasanya lebih banyak, tapi tidak terlalu signifikan, selisihnya kira-kira sekitar 10 hingga 15 persen," ucapnya, Jumat, (12/4).
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari Polresta Sidoarjo, Polsek Waru, Koramil, Babinsa, Pemadam Kebakaran (Damkar) hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memastikan keamanan.
Selain itu ia juga telah menyiapkan petugas untuk berjaga selama 24 jam di semua titik pos yang ada di Terminal Purabaya. Di sana pula pihaknya juga menyediakan tenaga kesehatan, baik bagi penumpang maupun kru bus yang membutuhkan bantuan medis selama periode arus balik.
"Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan beberapa Perusahaan Otobus (PO), terutama untuk beberapa PO yang diprediksi nanti akan ada lonjakan penumpang seperti tujuan dekat-dekat," ujarnya.
Sebelumnya, Terminal Purabaya juga telah mengantisipasi lonjakan dengan menambah armada bus. Sehingga, total yang siap beroperasi sekitar 2.500-an bus.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengimbau kepada masyarakat, agar memastikan kesiapan fisik saat akan melakukan perjalanan arus balik.
"Semakin banyak penumpukan orang tentunya semakin tinggi risiko tindak kejahatan, jadi masing-masing juga harus bisa menjaga diri dan barang-barang bawaan," pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista