SIDOARJO - Stasiun Krian kini memiliki wajah baru. Yakni dengan gaya bangunan yang modern.
Stasiun tersebut disiapkan menunjang arus lalu lintas kereta setelah adanya double track dari Sepanjang ke Mojokerto, maupun sebaliknya.
Humas Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur Direktorat Jenderal Perkeratapian, Alfaviega Septian Pravangasta mengatakan, revitalisasi Stasiun Krian pengerjaannya sudah mencapai 95 persen.
“Memang target kita tahun ini selesai,” ujarnya, Jumat (1/3).
Dia menjelaskan, bangunan Stasiun Krian lama sudah dirobohkan pada Januari lalu. Lokasi Stasiun Krian lama kini sudah diubah menjadi perpanjangan peron.
Sedangkan lokasi bangunan utama stasiun digeser 20 meter ke timur.
“Kalau bangunan utamanya sudah jadi akhir 2023 lalu, tidak jauh selepas double track di Sepanjang-Mojokerto diresmikan,” tuturnya.
Menurutnya, renovasi Stasiun Krian tinggal dilakukan penyelesaian di beberapa bagian.
“Tetap beroperasional seperti biasa meski masih berada di tahap pengerjaan,” imbuhnya.
Revitalisasi Stasiun Krian masih dalam satu paket dengan proyek double track Sepanjang-Mojokerto.
Baca Juga: Belum Ada Lonjakan di Stasiun
Viega mengungkapkan, selain Krian ada empat stasiun lain yang masuk dalam proyek revitalisasi untuk menunjang double track.
Yakni Sepanjang, Boharan, Krian, Kedinding, dan Tarik. Untuk Sepanjang dan Boharan sama seperti Krian yang sudah masuk tahap finishing.
"Kemungkinan pertengahan tahun ini diresmikan revitalisasinya, karena tahapananya lebih cepat dari target,” katanya.
Sementara itu, untuk Stasiun Kedinding dan Tarik masih dalam tahapan pengerjaan fisik hingga kini. Meski begitu, keduanya ditargetkan selesai akhir tahun ini.
Viega menambahkan, nantinya lima stasiun di Sidoarjo itu akan ada flyover untuk lalulintas penumpang. Kendati masih dalam masa renovasi, pelayanan penumpang tetap aktif.
"Semua tetap beroperasi normal dan melayani penumpang seperti biasanya,” pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista