SIDOARJO - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia dan anggota DPR RI kunjungi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Mega Prima Fishing, Desa Kalanganyar, Kecamatan Sedati, Rabu (24/1).
Direktur Mikro, Ritel, dan Menengah Bank Jatim Arief Wicaksono mengatakan, pihaknya sangat mendukung setiap program Pemerintah Daerah. Salah satunya terhadap pelaku UMKM.
Pihaknya tidak hanya berperan dalam memberikan modal, tetapi pendampingan sekaligus pemberdayaan. Pelaku UMKM yang levelnya di bawah nantinya dikawal hingga dapat naik kelas.
"Beberapa pelaku usaha yang kita bina, yang kita kasih modal, mereka mampu melakukan ekspor ke luar negeri," ucapnya.
Pada kegiatan tersebut, Bank Jatim Cabang Sidoarjo mengikutsertakan 10 UMKM binaannya. Mereka menampilkan produk terbaiknya seperti, furniture yang terbuat dari rotan.
Bank Jatim sangat serius dalam mendukung UMKM. Dimana mereka membina dengan berkelanjutan dan dapat melakukan penjual produk hingga ke luar negeri, serta berkembang dan berdiri sendiri.
Karenanya setiap tahun ia selalu memonitor perkembangan UMKM. Baginya UMKM harus dapat tumbuh dan berkembang.
"UMKM yang ada di bawah binaan Bank Jatim itu ada 350 ribu, sedangkan Bank Jatim Sidoarjo sudah membina 9 ribu UMKM," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, dirinya meninjau aktivitas UMKM dalam rangka untuk melihat sektor jasa keuangan dalam memfasilitasi ekonomi mikro yang ada di Jawa Timur.
Dia ingin UMKM di Jawa Timur dapat maju berkembang serta dapat mengangkat kesejahteraan ekonomi masyarakat di daerah.
"Karena sebagaimana saat ini ekonomi Indonesia tumbuh sangat baik dan juga inflasi terjaga, permodalannya juga kuat, profile resiko juga terjaga, tapi kita juga harus melihat bagaimana ekonomi dunia yang tidak seperti Indonesia, tentu kita harus mencari sumber baru dan itu ada di daerah," ucapnya.
Frederica atau yang akrab disapa Kiki tersebut melihat terdapat beberapa bank juga memfasilitasi pegiat UMKM yang ada di Sidoarjo. Sehingga pegiat UMKM yang mulawalnya hanya hobi, dibantu dengan kredit beberapa juta dapat tumbuh menjadi puluhan juta rupiah.
Kiki melihat pegiat UMKM Sidoarjo mempunyai produk yang bagus. Bahkan telah banyak UMKM yang melakukan jualan online dan ekspor ke luar negeri.
"Dari OJK kami mendorong bagaimana sektor jasa keuangan untuk meningkatkan keberpihakan pada UMKM," ujarnya.
Kiki dengan khusus mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Bank Jatim Cabang Sidoarjo. Menurutnya dukungan Bank Jatim terhadap UMKM adalah hal positif yang selalu ia dorong.
"Terkait kegiatan UMKM Bank Jatim sangat aktif dan kita juga melihat sendiri jika Bank Jatim sudah membina masyarakat," katanya.
Dia sangat salut, dimana Bank Jatim tidak hanya memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Akan tetapi mereka juga terus memberikan pendampingan sekaligus media promosi di media massa.
"Begitu juga saat ada exhibition UMKM-nya ditampilkan, rasanya selain pendanaan dan pendampingan tetapi akses pada network itu juga penting," jelasnya.
Pelaku UMKM asal Kecamatan Wonoayu, Rahmat merasa senang dengan kegiatan tersebut. Menurutnya acara tersebut membuat dirinya semakin bersemangat untuk berkreasi. Ia juga berharap agar Bank Jatim Cabang Sidoarjo untuk terus melibatkan UMKM dalam kegiatan pameran seperti itu.
"Bank Jatim Cabang Sidoarjo mantap, semoga ke depan bisa diadakan event-event seperti itu yang lebih besar," harapnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Branch Manajer Bank Jatim Cabang Sidoarjo, Deddy Aji Wijaya, Anggota DPR RI Komisi XI, Marsinton Pasaribu dan Kepala OJK Regional empat Jawa Timur, Giri Tribroto. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista