SIDOARJO - Duka mendalam dirasakan oleh keluarga besar SMAN 1 Sidoarjo. Bus yang membawa rombongan siswa kelas 12 dari Yogyakarta mengalami kecelakaan, Kamis (18/1) sekitar pukul 20.15. Lokasinya di KM 577.600 A/Tol Solo-Ngawi.
Akibat kecelakaan tersebut, satu guru dan satu siswa meninggal. Yakni, guru Bimbingan Konseling (BK) Sutining Hidayah, 60, dan Nabil Asfa Putra Dyah Cipta, 17.
Bus rombongan ini mengalami kecelakaan saat pulang dari acara study campus di Yogyakarta yakni di UGM dan ISI.
Bus Pratama Putra nopol W 7473 UP yang dikemudikan Riwiyono, 55, warga Desa Bulang, Kecamatan Prambon itu menabrak truk colt diesel nopol H 8216 GE.
Truk disopiri Sukomo Asmoro, 34, warga Desa Welahan, Jepara.
Kasat PJR Polda Jatim AKBP Alex Sandy Siregar mengatakan, kecelakaan bermula saat truk melaju dari arah barat ke timur di Tol Solo-Ngawi di lajur lambat.
Saat melintas di TKP, truk mengalami pecah ban bagian kiri belakang. Kemudian truk bermuatan rambutan itu oleng ke kanan lalu terbalik di lajur cepat.
Kemudian truk tertabrak bus dari arah belakang.
Bus yang membawa penumpang rombongan SMAN 1 Sidoarjo itu lalu oleng dan masuk ke parit tol. Terdapat 22 korban mengalami luka dan dua korban meninggal.
“Untuk korban luka dievakuasi petugas gabungan ke Rumah Sakit At Tin, Rumah Sakit Widodo dan RSUD Ngawi,” ujarnya.
Sementera itu, terdapat tiga korban yang sedang dirawat di rumah sakit di Sidoarjo. Dua di antaranya dirawat di RS Siti Hajar, yakni Syamsusiatus Sholicah dan Ananda Rania Azahra Bhayangkari yang mengalami pendarahan di kepala.
Serta Anzumil Hidayatullah yang mengalami patah kaki, dan sedang dirawat di RSUD Sidoarjo.
Sementara itu, kondisi SMAN 1 Sidoarjo terlihat sepi, Jumat (19/1) pagi. Hanya ada sekuriti yang bertugas menjaga halaman sekolah.
"Maaf, kami masih berduka," ucap Sudarmadji, sekuriti SMAN 1 Sidoarjo di lokasi.
Dia menjelaskan, jika pihak sekolah meliburkan kegiatan belajar mengajar. Hal tersebut untuk menghormati para korban kecelakaan bus.
Sudarmadji tidak mengetahui sampai kapan sekolah kembali beraktivitas. Karena para guru dan siswa sedang melakukan takziah di rumah korban.
"Kami tidak mengetahui sampai kapan (diliburkan, red) karena semua guru sedang takziah ke rumah duka," ungkapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai turut berbelasungkawa atas kejadian tersebut.
Pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap sekolah. Terutama terhadap kegiatan yang dilakukan di luar sekolah.
"Nanti kita akan evaluasi, apa yang dilakukan sekolah terhadap kegiatan di luar sekolah," ucapnya saat dihubungi.
Aries menjelaskan, peristiwa nahas tersebut tidak disangka oleh banyak orang. Menurutnya yang namanya takdir tidak dapat dihindari dan pasti menghinggapi siapapun.
"Namun untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan butuh persiapan secara matang," ujarnya.
Atas peristiwa tersebut, phaknya akan segera melakukan evaluasi. Pihaknya akan mencari rujukan yang tepat bagi sekolah sebagaimana hasilnya nanti.
Menurutnya, selama ini banyak kegiatan yang dilakukan di luar sekolah berjalan secara baik dan tertib. Akan tetapi langkah setiap sekolah mempunyai caranya masing-masing. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista