Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Masuki Musim Hujan, BMKG Juanda di Sidoarjo Prediksi Terjadi Cuaca Buruk, Ini Waktunya

M Saiful Rohman • Kamis, 30 November 2023 | 00:26 WIB

 

 

PREDIKSI: Prakirawan BMKG Juanda saat bertugas di ruangannya. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
PREDIKSI: Prakirawan BMKG Juanda saat bertugas di ruangannya. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - Memasuki musim hujan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda memprediksi akan terjadinya cuaca buruk. Meski begitu musim hujan di Jawa Timur belum terjadi secara merata.

Prakirawan BMKG, Oky Sukma Hakim mengatakan, pada November ini ada sekitar 40 persen wilayah Jawa Timur sudah memasuki musim hujan. Sebagian lainnya akan terjadi pada Desember.

"Jadi sekitar 50 persen musim penghujan akan datang ke wilayah lainnya, kami perkirakan sepekan kedepan seluruh wilayah Jawa Timur sudah memasuki musim penghujan secara merata," ucapnya, Rabu (29/11).

Oky memperkirakan, puncak musim hujan akan terjadi pada Januari hingga Februari 2024. Sehingga kemungkinan akan terjadi cuaca buruk.

"Hujan disertai angin kencang berpotensi karena itu biasanya ditimbulkan oleh awan kumolonimbus," jelasnya.

Dia menyebut tanda dari cuaca buruk yakni tingginya curah hujan. Sehingga ia pun mengharap kewaspadaan masyarakat akan potensi terjadinya banjir dan tanah longsor.

Dia juga menjelaskan bagaimana intensitas gelombang tinggi yang terjadi. Mengacu pada BMKG Tanjung Perak Surabaya, Oky mengatakan bahwa gelombang tinggi saat ini masih dalam kategori sedang. Artinya gelombang air laut dapat mencapai 2,5 meter.

Hal tersebut terjadi di Samudera Hindia wilayah Jawa Timur dan laut Jawa. Karena hal itu pula dikeluarkan peringatan akan kewaspadaan terhadap terjadinya banjir rob.

Dia mengimbau agar masyarakat lebih memperhatikan lingkungannya terhadap kebersihan, terutama saluran drainase. Supaya air hujan yang turun dapat mengalir ke saluran pembuangan dengan baik.

Sedangkan untuk antisipasi adanya hujan yang disertai angin kencang, ia meminta agar masyarakat jangan berlindung di bawah pohon, terlebih pada pohon yang lapuk.

"Lebih baik berlindung di bangunan yang kokoh di ruangan tertutup untuk mengantisipasi hujan yang disertai angin kencang," pungkasnya. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Cuaca #BMKG #Juanda #Hujan