SIDOARJO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo berupaya melakukan rebranding yang menarik di sejumlah puskesmas tahun ini. Hal itu untuk memberikan identitas yang lebih kuat kepada setiap fasilitas kesehatan tersebut. Dalam upaya ini, elemen lokal Sidoarjo diintegrasikan ke dalam desain fisik Puskesmas. Sehingga emberikan mereka sentuhan yang istimewa.
Salah satu aspek paling mencolok dari rebranding ini adalah penambahan motif batik Jetis dan Sekardangan di bagian fasade masing-masing Puskesmas. Motif batik bukan hanya sekadar dekorasi, tetapi juga merupakan cerminan dari kekayaan budaya lokal yang menjadi ciri khas Sidoarjo.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo Fenny Apridawati menjelaskan, tahun ini sebanyak delapan Puskesmas telah direvitalisasi dengan sukses. Yakni Puskesmas Sidoarjo, Urangagung, Candi, Krembung, Tulangan, Tarik, Balongbendo, dan Sekardangan.
“Hasil revitalisasi ini memberikan wajah baru dan suasana yang lebih nyaman bagi warga Sidoarjo dalam mengakses layanan kesehatan,” katanya.
Fenny menambahkan, revitalisasi untuk tahun ini telah selesai secara keseluruhan. Itu membuktikan komitmen pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat di Sidoarjo.
Tahun depan, rencananya akan ada kelanjutan revitalisasi untuk beberapa Puskesmas lainnya. Sehingga setiap Puskesmas di Sidoarjo akan memiliki identitas yang unik dan tetap mempertahankan akar budaya lokal yang kuat.
Upaya rebranding Puskesmas memberikan dorongan positif bagi warga Sidoarjo. Serta diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan dan minat masyarakat untuk mengakses pelayanan kesehatan yang lebih baik dan nyaman. (nis/vga)
Editor : Vega Dwi Arista