Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Kreativitas Warga Binaan Lapas Kelas I di Porong Sidoarjo, Furniture Hasil Produksi Tembus Pasar Eropa

Vega Dwi Arista • Selasa, 3 Oktober 2023 | 00:04 WIB

KREATIF : Hasil karya warga binaan berupa furniture saat dilihat awak media. (DIKY PUTRA SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
KREATIF : Hasil karya warga binaan berupa furniture saat dilihat awak media. (DIKY PUTRA SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
 

Tembus Pasar Eropa dan Australia

Kreativitas Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas I Surabaya di Porong patut diacungi jempol. Sejumlah barang furniture hasil karya mereka sudah tembus pasar Eropa.

Diky Putra Sansiri, Wartawan Radar Sidoarjo

Sekitar 150 warga binaan diikutsertakan dalam proses pembuatan furniture dari awal hingga jadi. Tak hanya di Eropa, hasil karya warga binaan juga diekspor ke Australia. Barang-barangnya seperti meja, kursi, lemari hingga hiasan lampu.

Kalapas Kelas I Surabaya (Lapas Porong) Jalu Yuswa Panjang mengungkapkan, seluruh warga binaan diberikan keterampilan untuk bisa menuangkan minat bakat dan diberikan pelatihan.

"Memang seluruh WBP memulai dari nol, sebelumnya tidak paham apapun tentang hal apa yang dikerjakan dan kebetulan kita kerja sama dengan satu pihak selaku pihak ketiga untuk membuat furniture kualitas ekspor," ujarnya.

Jalu mengatakan, hasil karya warga binaan yang di ekspor ke luar negeri berjalan dengan baik dan memiliki progres yang cukup bagus. Dan lebih menakjubkan lagi, hasil karya sudah diekspor ke ke Eropa salah satu ke Belanda.

"Itu semua adalah hasil karya WBP atas bimbingan dari seluruh petugas dan dari pihak ketiga yang memesan furniture yang dimaksud," ungkapnya.

Terkait dengan penjualan, pihaknya hanya melayani pesanan dari pihak ketiga yang sudah menjalin kerja sama. "Beliau yang dari luar memberikan sebuah bentuk gambaran. Selanjutnya kita mengaplikasikan, aplikasi yang kita buat seluruhnya mulai dari rangka sampai dengan finishing," tegasnya.

Setelah jadi berupa barang, contoh tersebut disampaikan kepada pemesan. "Dan selama ini satu kali membuat contoh langsung diterima," tambahnya.

Dia menjelaskan, sebanyak 150 warga binaan terlibat dalam pembuatan furniture tersebut. Yang dibagi menjadi beberapa bagian produksi, yakni mulai dari pengepakan, finishing, penyusunan awal kayu sampai dengan selesai.

"Sebenarnya sekitar 200 warga binaan yang terlibat, namun yang 50 hanya bagian bersih-bersih," tuturnya.

Namun, proses regenerasi akan terus berjalan. Sehingga 200 warga binaan tersebut, semua dibekali ilmu untuk membuat furniture.

"Sehingga yang seniornya jika ada yang sudah bebas, yang lainnya sudah siap melanjutkan," pungkasnya. (*/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Porong #eropa #furniture #hasil karya #Lapas