Kepala BPS Sidoarjo Indriya Purwaningsih mengatakan, berdasarkan data yang dikumpulkan, pada 2022 lapangan usaha industri pengolahan berperan paling besar dalam pembentukan PDRB Sidoarjo. Dengan persentase sebesar 50,02 persen.
Meskipun masih menjadi sektor utama, angka tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan dua periode sebelumnya. Di posisi berikutnya, lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda, mencapai 16,41 persen. Angka itu mengalami penurunan sebesar 0,42 satuan dari 2021. Sementara itu, sektor transportasi dan pergudangan berkontribusi sebesar 11,15 persen.
Menariknya, terjadi percepatan pertumbuhan ekonomi di Sidoarjo terutama dalam kategori transportasi dan pergudangan. “Mengalami peningkatan drastis dari 3,14 persen di 2021 menjadi 45,32 persen di 2022,” ujarnya.
Pertumbuhan yang signifikan juga terlihat pada kategori lapangan usaha lainnya, yang mencapai 10,13 persen.
Indriya mneyebutkan, dilihat dari pengeluaran, pembentukan PDRB Kabupaten Sidoarjo pada 2022 didominasi oleh pengeluaran konsumsi rumah tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB). Dengan persentase berturut-turut sebesar 58,20 persen dan 30,58 persen.
Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat dan investasi dalam pembangunan infrastruktur serta aset produktif menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di daerah ini.
Perkembangan positif dalam pertumbuhan ekonomi Sidoarjo pada 2022 menjadi dorongan bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan terus bekerja sama untuk memaksimalkan potensi ekonomi daerah dan mengurangi disparitas sosial-ekonomi. (nis/vga) Editor : Vega Dwi Arista