Persembahan Tari Banjarkemuning mengawali pembukaan karnaval budaya nusantara tersebut. Disusul pelepasan karnaval yang ditandai dengan penabuhan tujuh perkusi yang membentuk tujuh huruf satu abad NU.
"Hari ini (kemarin, Red) kita akan menikmati berbagai sajian seni budaya. Ada dari rekan-rekan Banser hingga rekan-rekan yang akan menampilkan tari sufi," ujar Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid saat membuka karnaval.
Yang menarik, karnaval tersebut berhasil memecahkan rekor dunia Muri. Di antaranya perform tarian Sufi terjauh dua kilometer dan pelepasan 26.000 sticky note doa oleh Fatayat NU. Di samping itu, ada perform 400 marching band kolosal Banser Jawa Tengah.
Masyarakat sekitar hingga peserta resepsi Harlah Satu Abad NU terlihat memenuhi dan memadati jalanan. Mulai Jalan Cokronegoro, Jalan Sultan Agung, Jalan Teuku Umar, Jalan Pahlawan hingga ke GOR Delta Sidoarjo.
"Karnaval budaya Nusantara ini adalah berkah yang luar biasa. Pertama, karnaval budaya Nusantara ini menutup satu abad NU, sekaligus membuka abad kedua NU," imbuh putri sulung dari Presiden Indonesia Abdurrahman Wahid itu.
Sejumlah penampilan budaya nusantara, tampak membuat masyarakat gembira. Mulai Reog Ponorogo, Tari Saman Aceh, Tari Gambyong dari Jawa Tengah, Tari Mapadendang dari Makasar, hingga Tari Ondel-Ondel Jakarta. Ada pula Tari Ambon Manise hingga Tari Badui Yogyakarta.
"Sudah lama tidak melihat karnaval sejak pandemi. Jadi sangat senang, anak-anak juga terhibur. Dari pukul 12.00 sudah kesini karena semua ingin melihat karnaval," terangnya. (far/vga) Editor : Vega Dwi Arista