Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih mengatakan, dorongan pembangunan tersebut bukan tanpa alasan. Sebab saat ini kondisi Liponsos sudah tidak layak. ''Selain overload, ruangannya juga tidak memadai,'' katanya.
Beberapa kali anggaran pembangunannya disiapkan dalam APBD. Namun pada tahun lalu harus terkena refocusing. Sehingga pembangunannya gagal lagi. Tahun ini pun juga sama, tidak ada anggaran untuk pembangunan Liponsos.
Namun Nasih berharap tahun depan ada pencerahan. Paling tidak masuk dalam pembahasan anggaran. Dia menilai pembangunan Liponsos tersebut layak masuk dalam program prioritas.
Apalagi lahannya sudah tersedia. Tinggal melanjutkan dengan pengurukan lahan. Pada 2021 lalu sudah disiapkan anggaran sebesar Rp 5,7 miliar. Namun sayang harus dialihkan untuk penanganan Covid-19.
Nah, dalam APBD 2023, Nasih berharap ada anggaran yang disiapkan untuk menguruk lahan. Dia memperkirakan kebutuhannya antara Rp 3 hingga 10 miliar. ''Paling tidak tahun depan harus dimulai,'' pungkasnya. (nis/vga)
Editor : Vega Dwi Arista