Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo Deny Haryanto menyayangkan harga telur yang saat ini masih mahal. Hal itu diperkirakan karena harga pakan ayam juga naik. Sehingga, secara tak langsung harga telur ayam turut melambung.
Menurut politikus PKS tersebut, kenaikan harga telur ayam saat ini juga karena jumlah populasi ayam petelur menurun. Penyebabnya adalah karena banyak peternak ayam petelur yang mengurangi jumlah populasi ayamnya.
Dia menjelaskan, naik turunnnya harga telur bergantung dari jumlah populasi. “Jika semakin banyak populasinya, maka harganya semakin turun, begitu juga sebaliknya,” ujarnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, dia meminta eksekutif terlibat dalam pengawasan populasi peternak. Termasuk mengawasi harga. Perlu diatur regulasi agar tidak terjadi fluktuasi yang tajam.
Dia menambahkan, dinas terkait juga harus memberi gambaran situasi market. “Sehingga, tak terjadi over stok maupun kekurangan stok,” imbuhnya.
Selain itu, Dinas juga perlu mendampingi peternak untuk inovasi pakan berbasis ke alam sekitar. Misalnya dengan memberi ramuan organik. Sehingga pemberian pakan bisa efisien dan efektif atau pemberian pakan murah tapi berdampak positif terhadap peternak ayam. (nis/vga)
Editor : Vega Dwi Arista