Kepala BPS Sidoarjo Indriya Purwaningsih mengungkapkan, dalam tahap tersebut petugas tengah mengkonfirmasi kembali temuan data yang aneh. “Temuan anomali data,” tuturnya.
Indriya menambahkan, saat ini ada sekitar 30 variabel yang perlu dilakukan pengecekan kembali. Di antaranya terkait konsistensi tanggal lahir, umur, status perkawinan, pekerjaan, hingga indikasi kematian.
Perbaikan itu memanfaatkan aplikasi Fasih Web. “Semoga cepat tuntas, sehingga didapatkan data final,” sambungnya.
Seperti diketahui, dari 1-30 Juni lali, BPS Sidoarjo telah menerjunkan 476 petugas sensus. Mereka bergerilnya ke sejumlah rumah warga Sidoarjo.
Sebanyak 476 petugas itu terdiri dari 329 petugas lapangan, 110 kortim dan sisanya kordinator kecamatan. Di Sidoarjo ada 1.645 blok sampel. Dan 1 blok akan diambil 16 sampel rumah tangga. Sehingga total ada 26.320 sampel rumah tangga yang perlu dikunjungi oleh petugas sensus.
Sensus penduduk kali ini merupakan sensus penduduk 2020 lanjutan. Sebelumnya BPS juga telah melakukan sensus secara online karena kondisi pandemi Covid-19. (son/vga) Editor : Vega Dwi Arista