Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sidoarjo, Indriyani Purwaningsih menguraikan, 476 petugas itu terdiri dari 329 petugas lapangan, 110 kortim dan sisanya kordinator kecamatan. "Mulai 1 sampai 30 Juni nanti akan terjun ke lapangan," katanya, Selasa (31/5).
Indriyani menambahkan, di Sidoarjo ada 1.645 blok sampel. Dan 1 blok akan diambil 16 sampel rumah tangga. Sehingga total ada 26.320 sampel rumah tangga yang perlu dikunjungi oleh petugas sensus.
Sensus penduduk kali ini merupakan sensus penduduk 2020 lanjutan. Sebelumnya BPS juga telah melakukan sensus secara online karena kondisi pandemi Covid-19.
Para petugas yang akan terjun juga telah dibekali dengan sejumlah pelatihan. Dengan harapan bisa menghasilkan data akurat saat mensensus warga.
Dalam kesempatan itu, BPS Sidoarjo juga mencanangkan 7 Desa Cinta Statistik (Cantik). Yakni Desa Sugihwaras, Masangan Wetan, Kedensari, Kepunten, Kedung Turi, Wakal, dan Tambakrejo.
Di lain pihak, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor mengungkapkan, program sensus penduduk perlu didukung oleh seluruh pihak. Sensus berfungsi untuk menggali data sevalid mungkin. Sehingga eksekusi kebijakan yang diambil dapat efisien dan tepat sasaran. "Ini hajat bersama," katanya.
Muhdlor melanjutkan, Sidoarjo memiliki bonus demografi yang cukup strategis. Jangan sampai malah menjadi bencana demografi. "Sensus jadi langkah awal pembangunan daerah," pungkasnya. (son/vga) Editor : Vega Dwi Arista