Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo Dwi Eko Saptono mengatakan, anggaran yang sudah disiapkan Rp 2,71 miliar untuk pelebaran jalan ke pemukiman warga Desa Bangah.
Dwi menyebut, pelebaran jalan itu jadi kesatuan dalam penataan jalan wilayah Aloha.
"Jadi menyempurnakan adanya rencana pembangunan flyover di sana. Semoga titik kemacetan di wilayah tersebut tidak ada lagi," kata Dwi, Minggu (27/3).
Pelebaran jalan yang berada di tanah aset milik TNI AL di Aloha ini akan diproses pinjam pakai dulu agar proyek pembangunan pelebaran jalan pertigaan Bangah Flyover Aloha bisa mulai dieksekusi pembangunannya.
Ia merinci pelebaran kanalisasi mulai dari pemukiman sekitar 185 meter ke arah Surabaya. Untuk pelebaran jalan di pertigaan Bangah, ada relokasi 100 lapak pedagang yang selama ini menyewa lahan milik Puspenerbal-Lanudal. Serta ada 4.392 meter persegi merupakan lahan milik TNI AL.
Sebagai kompensasi, di dalam perjanjian pinjam pakai itu Pemkab Sidoarjo akan mengganti sewa lahan yang selama ini disewa sekitar 100 pedagang. Proses ganti uang sewa lahan yang terkena dampak proyek pelebaran jalan di pertigaan arah Desa Bangah berakhir sampai dengan proses hibah selesai.
Selain itu juga ada untuk pembuatan Taman Illyushin. Pemkab sudah menyiapkan anggaran Rp 3,2 miliar dengan luas lahan 20.882.79 meter persegi.
"Dari total luas lahan itu, 1,7 hektarenya akan dikonsep ulang agar menjadi tempat yang representatif dengan tidak merusak pon air,” jelas Dwi yang juga Kabag Pembangunan Sekretariat Daerah Sidoarjo itu.
Dwi menambahkan, proyek pembangunan flyover Aloha membutuhkan lahan sekitar 1,2 hektare dengan kemiringan 3,8 derajat. Selama proses pembangunan membutuhkan waktu selama 17 bulan. (rpp/vga)
Editor : Vega Dwi Arista