Pemberhentian itu hanya berlaku satu hari. Yakni dari Kamis (3/2) hingga Jumat (4/3) pagi. Selepas itu, penerbangan akan kembali normal.
General Manager Bandara Internasional Juanda Sisyani Jaffar mengatakan, ada 17 penerbangan yang terdampak penghentian sementara itu. Rincianya Lion Air dengan 6 rute kedatangan dan 4 rute keberangkatan. Kemudian Citilink dengan 2 rute kedatangan dan 3 rute keberangkatan, serta Air Asia sebanyak 1 kali kedatangan dan 1 kali keberangkatan.
"Jumat pagi sudah normal lagi," terangnya.
Pemberhentian operasi penerbangan itu hanya berlaku untuk rute Bali. Sehingga untuk penerbangan lain tetap berjalan normal.
Pihak bandara saat ini juga terus mengupayakan pengetatan protokol kesehatan. Baik penerbangan domestik maupun internasional. Khusus untuk penerbangan internasional tentu juga ada sejumlah prosedur yang lebih ketat.
Akhir Februari lalu, Bandara Internasional Juanda juga kembali melayani 2 penerbangan internasional dari Brunei. Penerbangan yang pertama dilayani oleh Royal Brunei BI 796, tiba pukul 10.30, dengan jumlah 102 penumpang. Sedangkan penerbangan kedua dari maskapai Garuda Indonesia GA 8230 dengan jumlah 109 penumpang tiba pukul 11.25. (son/vga) Editor : Vega Dwi Arista