Pada 2020 lalu ada 89,03 persen tenaga kerja yang terserap. Angka itu meningkat menjadi 89,17 persen pada 2021. Tahun ini ditargetkan untuk meningkat menjadi 89,61 persen tenaga kerja terserap di sembilan sektor.
Sembilan sektor yang dimaksud adalah pertambangan, perminyakan, industri, dan konstruksi. Kemudian perkebunan, pertanian dan peternakan, perikanan, logistik, serta transportasi barang.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sidoarjo Fenny Apridawati mengatakan, ada sejumlah program yang disiapkan Pemkab Sidoarjo untuk bisa meningkatkan serapan tenaga kerja. Seperti pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja. Dalam program tersebut, ditargetkan ada 82 persen tenaga kerja yang disiapkan memiliki sertifikat kompetensi.
Selain itu juga ada program penempatan tenaga kerja.
"Kami bekerjasama dengan beberapa perusahaan," katanya.
Dalam program tersebut, pencari kerja akan difasilitasi penempatannya. Tentunya yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan kompetensi yang dimiliki pencari kerja.
"Tahun ini ditargetkan ada 53 persen pencari kerja yang berhasil ditempatkan," imbuh Fenny.
Dia berharap program tersebut bisa mengatasi tingkat pengangguran terbuka di Sidoarjo yang menyentuh angka 10,97 persen. Pihaknya juga tengah gencar menggelar berbagai pelatihan kerja sebagai salah satu solusinya.
Ada pelatihan di kecamatan-kecamatan, ada pula pelatihan di Disnaker. Bedanya, kalau pelatihan di kecamatan arahnya untuk menjadi wirausaha. Sedangkan di Disnaker, arahnya agar peserta memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. (nis/vga) Editor : Vega Dwi Arista