Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo Djoko Supriyadi menegaskan, tahun ini tidak ada anggaran perbaikan lintasan lari sepanjang 400 meter itu. "Iya. Tidak ada alokasi tahun ini," katanya, Jumat (21/1).
Di tahun 2021, Djoko mengatakan sempat mengusulkan perbaikan lintasan lari itu. Namun terkena refocusing anggaran. Nilai yang diajukan sebesar Rp 10 miliar.
Ia mengungkapkan, lintasan tersebut rusak dikarenakan faktor usia yang sudah cukup tua. Dimana lintasan lari itu dibangun bersama dengan stadion tahun 1999 dan diresmikan pada 2000.
"Usia tua, sudah 23 tahun. Dengan kondisi itu, atlet hanya menggunakan lintasan yang lebih baik. Lewat sisi yang tidak rusak," imbuhnya.
Agar tidak mencederai atlet pihaknya juga telah berupaya keras melakukan penambalan seadanya. "Kalau penambalan memang ada. Namun biasanya kalau ada kegiatan lomba lari saja. Supaya tidak membahayakan atlet yang bertanding," jelasnya.
Djoko mengungkapkan, selain lintasan lari, penambahan sarana tower panjat tebing juga belum terealisasi. Padahal pihaknya telah mengajukan penambahan satu tower lagi di PAK tahun 2021 senilai Rp 210 juta.
"Karena waktu lelang mepet. Jadi urung dilakukan. Awal tahun ini belum dapat anggaran. Akan kita usulkan lagi di PAK 2022," ungkapnya. (rpp/vga)
Editor : Vega Dwi Arista