Ketua Fraksi Gerindra Anang Siswandoko mengatakan, minimnya jumlah kasek di Sidoarjo membuat para kasek yang masih menjabat harus merangkap jabatan.
"Bahkan sampai ada yang kosong," katanya.
Menurutnya, peran kasek cukup penting dalam menjalankan kegiatan di sekolah. Ada langkah-langkah strategis yang harus melibatkan kasek.
"Jadi jangan dibiarkan berlarut-larut," sambungnya.
Anggota Fraksi PAN Bangun Winarso juga menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya kekosongan jabatan kasek juga harus segera diisi.
"Mudah mudahan segera ada kepala sekolah baru hasil seleksi beberapa waktu yang lalu. Dari asesmen itu diharapkan muncul nama-nama yang berintegritas," tuturnya.
Selain masalah SDM, pendidikan di Sidoarjo juga masih berkutat tentang keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan. Misalnya soal gedung sekolah yang rusak hingga minimnya sekolah negeri di beberapa kecamatan.
Misalnya di Tulangan atau Prambon. Ada rencana penambahan SMP Negeri di dua kecamatan itu. Tetapi pembangunannya juga masih simpang siur.
Di Kecamatan Prambon terbentur lahan yang tidak diperkenankan untuk bangunan gedung. Sehingga Pemkab perlu mencari lahan baru untuk pembangunan sekolah negeri.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Asrofi hingga kemarin belum bisa dikonfirmasi terkait permasalahan tersebut. (son/vga) Editor : Vega Dwi Arista