Rumah milik Sulaiman, misalnya. Satu lembar atap rumah tersebut terlepas. Selain itu juga menimpa rumah milik Syamsu Duha. Atap genting dan plafon di rumah jebol. Bahkan hal serupa juga menimpa rumah milik Sumiati. Enam kamar kos miliknya juga rusak.
"Petugas BPBD Sidoarjo melakukan asesmen ke lokasi kejadian dan memberikan terpal kepada rumah yang terdampak angin puting beliung," kata Kepala BPBD Sidoarjo, Dwijo Prawito, Senin (28/12).
Di tempat lain, sebuah pohon tumbang di Jalan Raya Juanda, Sedati Agung, Sedati, sekitar pukul 22.30. Hal itu terjadi akibat hujan lebat disertai angin kencang. Bahkan di sejumlah kawasan mengalami genangan air.
Di antaranya terlihat Wadungasri Kecamatan Waru dengan tinggian genangan mencapai 10 cm. Sementara di Bungurasih Barat juga terjadi genangan setinggi 17 cm dan panjang genangan 200 meter. Hal itu juga terjadi di Jalan Teuku Umar Medaeng.
Ketinggiannya mencapai 15 cm dan panjang genangan 200 meter. Bahkan di Perum Taman Waru Permai, Medaeng, ketinggian air mencapai 15 centimeter. Selain itu genangan air juga terlihat di Jalan Jati Sari Besar Pepelegi, Waru.
Ketinggiannya sekitar 15 cm dan panjang genangan 150 meter. "Kami juga melakukan asesmen awal dan mengukur tinggi genangan di setiap lokasi yang terdampak genangan air," ujarnya.
Berdasarkan catatan peringatan dini cuaca tiga harian BMKG Juanda, hujan masih akan terjadi hari ini (29/12) di Sidoarjo pada siang hingga sore hari. "Hari berikutnya juga sama, namun diprediksi terjadi di pagi hari," kata Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda, Teguh Tri Susanto. (far/opi)
Editor : Nofilawati Anisa