Pengendara motor maupun mobil tak boleh melintas. Penahan jalan sudah rampung dikerjakan dan pembetonan mulai berjalan di sisi utara setelah sempat tertunda beberapa hari.
Dikarenakan sebelumnya Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo mengevaluasi pengerjaan kontraktor. Pihaknya meminta perbaikan di sekitar tikungan simpang tiga jalan. "Untuk kenyamanan pengendara saat belok," ujar Plt Kepala bidang jalan dan jembatan DPUBMSDA Moedjiono.
Moedjiono mengaku tambahan perbaikan tersebut tidak termasuk detail pengerjaan proyek. Sebab itu, dia perlu membuat adendum dengan pemborong. "Tambahannya tidak melebihi 10 persen dari total nilai proyek," jelasnya.
Dia melanjutkan setiap kali ada peningkatan jalan, khususnya di persimpangan tiga, jalur belokan tidak boleh dibuat siku. Namun melengkung. Sehingga radius tikungan pengendara mobil maupun sepeda motor aman.
Walau ada tambahan pengerjaan, Moedjiono mengaku proyek tidak akan molor. Sebaliknya pembangunan jalan selesai tepat waktu. Yakni 5 Oktober. Dari hasil pemantauan kemarin terlihat petugas membasahu jalan tersebut untuk mengurangi retakan pada beton.
Supriyanto, selaku pengawas proyek dari DPUBMSDA Sidoarjo, menyampaikan perkembangan proyek peningkatan jalan Wilayut-Wonokasian. Para pekerja telah menyelesaikan pembangunan penahan jalan di sisi timur.
Adapun yang lain, pengecoran jalan tanpa tulangan besi setinggi 10 cm. "Nanti dibeton lagi pakai tulangan besi setinggi 20 cm dengan pengerjaan sekitar 231 meter dengan lebar 5 meter," tambahnya. (rpp/nis) Editor : Nofilawati Anisa