RADAR SIDOARJO - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung keterampilan siswa SMK saat memberikan layanan servis sepeda motor gratis kepada masyarakat di SMK Islam Krembung, Sidoarjo, Kamis (8/10).
Program tersebut digelar serentak di 350 titik yang tersebar di 38 kabupaten/kota dengan target 8.100 sepeda motor.
Baca Juga: MBG Telat Dikirim Disorot Khofifah, Diduga Penyebab Keracunan Ratusan Santri di Tanggulangin
Khofifah melihat langsung para siswa jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) menangani kendaraan masyarakat. Layanan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-81 Provinsi Jatim yang puncaknya diperingati pada 12 Oktober.
"Hari ini rangkaiannya antara lain memberikan servis gratis melalui SMK di 38 kabupaten atau kota, di 350 titik, total 8.100 (motor)," kata Khofifah.
Baca Juga: Khofifah Bagikan BBM Gratis untuk 200 Ojol di SPBU Albatros Sedati Sidoarjo
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda peringatan Hari Jadi Jatim. Layanan servis gratis menjadi momentum untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa siswa SMK memiliki keterampilan yang dapat langsung diterapkan di dunia kerja.
Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh SMK yang terlibat dalam program tersebut. Salah satunya SMK Islam Krembung yang ikut membuka layanan servis gratis bagi masyarakat.
Baca Juga: Sidak Pasar Larangan Sidoarjo, Khofifah: Panjangnya Rantai Distribusi Sebabkan Harga Tinggi
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Aries Agung Paewai menjelaskan, layanan yang diberikan siswa meliputi servis ringan dan tune up. Sejumlah SMK peserta bahkan memberikan fasilitas tambahan berupa oli gratis hingga cuci motor.
"Jadi, kita melaksanakan servis gratis, terutama servis ringan, tune up. Ada beberapa sekolah yang memberikan oli gratis, ada juga yang langsung mencuci gratis," ujarnya.
Aries menegaskan, layanan tersebut tidak khusus bagi pengemudi ojek online (ojol), melainkan terbuka untuk masyarakat umum. Informasi mengenai SMK yang membuka layanan dapat diketahui melalui QR code yang dibagikan melalui media sosial Pemprov Jatim dan Dindik Jatim.
Program tersebut digelar serentak Kamis (8/10), mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB di bengkel SMK yang berpartisipasi.
Bagi Khofifah, keterlibatan siswa dalam pelayanan kepada masyarakat menjadi gambaran nyata pendidikan vokasi yang tidak berhenti pada teori. Siswa mendapatkan pengalaman praktik sekaligus berhadapan langsung dengan kendaraan milik masyarakat.
Pendidikan vokasi di SMK menitikberatkan pembelajaran pada praktik dengan komposisi sekitar 70 persen praktik dan 30 persen teori. Kompetensi tersebut terus diperkuat melalui pendampingan tenaga ahli, kelas industri, praktik kerja industri (prakerin), teaching factory hingga uji kompetensi bersertifikat.
Khofifah menilai pengalaman tersebut penting untuk mempersiapkan siswa agar mampu masuk ke Dunia Usaha, Dunia Industri, Dunia Kerja dan Dunia Akademik (DUDIKA) setelah lulus.
"Anak-anak SMK kita dibekali pengalaman praktik dan dibimbing oleh para tenaga ahli. Karena itu, kompetensi mereka terus diasah agar mampu menangani pekerjaan secara profesional, termasuk dalam melakukan servis sepeda motor," ujarnya.
Di Jatim tercatat terdapat 426 SMK yang memiliki konsentrasi keahlian TSM dengan total 57.094 siswa. Rinciannya, 97 SMK negeri memiliki 19.700 siswa, sedangkan 329 SMK swasta memiliki 37.394 siswa.
Khusus program servis gratis dalam rangka HUT ke-81 Jatim, sebanyak 350 SMK TSM berpartisipasi dengan melibatkan 55.035 siswa. Target layanan mencapai 8.100 sepeda motor.
Dari target tersebut, SMK negeri menargetkan servis sebanyak 2.795 unit atau 34,51 persen. Sedangkan SMK swasta menargetkan 5.305 unit atau 65,49 persen.
Para siswa juga menggandeng Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam pelaksanaan kegiatan. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan proses pembelajaran dengan kondisi kerja sebenarnya.
"Teaching factory ini mengajarkan mereka secara langsung, secara riil kerja industri. Mereka praktik langsung sesuai kurikulum dari industri. Sehingga saat lulus nanti, mereka sudah sangat siap untuk terserap DUDIKA," jelas Aries.
Salah satu siswa SMK Islam Krembung, Ramang Dimas Tyar, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Siswa kelas XII jurusan TSM itu memang sudah tertarik dengan dunia otomotif sejak SMP.
"Saya memang suka bongkar pasang motor sejak SMP. Jadi masuk jurusan ini atas inisiatif sendiri, bukan karena terpaksa," katanya.
Selepas lulus, Ramang berencana bekerja terlebih dahulu di bengkel untuk memperbanyak pengalaman sebelum membuka usaha sendiri. Kondisi ekonomi keluarga membuatnya belum berencana melanjutkan kuliah. Orang tuanya bekerja sebagai sopir.
"Setelah lulus saya ingin bekerja atau ikut bengkel orang lain dulu, supaya pengalaman saya bertambah dan bisa menguasai yang belum saya bisa. Kalau sudah punya modal, InsyaAllah saya ingin mendirikan bengkel sendiri," tuturnya.
Khofifah mengajak masyarakat memanfaatkan layanan servis gratis sekaligus memberikan dukungan terhadap siswa SMK yang sedang mengasah kompetensinya.
"Mari manfaatkan servis sepeda motor gratis yang dilakukan anak-anak SMK kami. Mari semarakkan HUT ke-81 Pemprov Jatim, dukung penuh kompetensi siswa. SMK Jatim siap berkarya untuk masyarakat," ajaknya.
Selain meninjau layanan servis gratis, Khofifah juga memberikan bantuan berupa sembako dan sejumlah uang tunai kepada pengemudi ojek online (ojol). (dik/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo