Memiliki hobi yang sama, ratusan anggota komunitas Repoeblik Onthel Sidoarjo (ROS) sering berkumpul. Biasanya mereka bersepeda bersama. Namun tak jarang untuk sekedar meningkatkan persaudaraan.
Annisa Firdausi, Wartawan Radar Sidoarjo
ROS dibentuk pada 18 Oktober 2009. Hingga saat ini terus berkembang hingga beranggotakan 105 onthelis. Profesi anggotanya pun beragam. Mulai petani, tukang becak, guru, direktur perusahaan, dosen serta anggota TNI Agkatan Laut dan beragam profesi yang lain.
Setiap Minggu pagi, para anggota rutin ngontel keliling kota. Mereka menggunakan sepeda tua dengan busana khas. “Tujuan kami gowes untuk mendorong masyarakat agar hidup sehat dengan olahraga bersepeda sekaligus kampanye mengurangi dampak buruk emisi gas buang kendaraan bermotor,” kata Penasehat ROS Broil.
Menurut dia, kegiatan ngonthel bersama itu menyehatkan jasmani mereka. Tidak hanya karena menggerakkan badan dengan bersepeda, tetapi juga ada rasa senang saat berkumpul bersama.
Tidak hanya menyehatkan jasmani, komunitas tersebut juga berupaya untuk menyehatkan rohani. Seperti menggelar wisata religi. Minggu (18/12) misalnya. Mereka mendatangi tiga tempat ziarah. Yaitu Makam Troloyo Mojokerto, Makam Gus Dur di Jombang dan Makam Ploklamator Bung Karno di Blitar.
Broil menceritakan, tujuan mereka berwisata religi adalah mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. ''Menyegarkan rohani serta membuka wawasan tentang sejarah bangsa dan penyebaran agama Islam,'' ujarnya.
Berbeda dengan kostum yang biasa mereka gunakan saat gowes setiap Minggu pagi dengan mengenakan kostum perjuangan dan baju kuno, kali ini 60 anggota ROS mengenakan busa agamis. Namun semangat mereka tetap sama.
''Karena wisata religi semacam ini sekaligus bisa merekatkan persaudaraan anggota dan keluarga ROS,'' pungkasnya. (*/vga) Editor : Vega Dwi Arista