Cegah Radikalisme dan Terorisme, BNPT Gelar Festival Musik

Vega Dwi Arista • Dipublikasikan Rabu, 7 September 2022 | 23:42 WIB
PAINTING: Belajar membatik masker dilakukan dengan telaten oleh peserta.
PAINTING: Belajar membatik masker dilakukan dengan telaten oleh peserta.
Adakan Festival Musik dengan Judul Lagu Salam Indonesia Harmoni

Berbagai cara dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Indonesia untuk menekan potensi terjadinya radikalisme dan terorisme. Salah satunya melalui festival musik bertajuk aksi musik anak bangsa "Asik Bang" di Sidoarjo.

HENDRIK MUCHLISON, Wartawan Radar Sidoarjo

Sebanyak 14 peserta mengikuti festival yang dilaksanakan Selasa (6/9) malam. Ada yang masih SMP hingga dewasa. Mereka memiliki aransemen musik masing-masing. Namun, dengan lirik lagu yang telah ditentukan panitia. Judulnya, “Salam Indonesia Harmoni”.

Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol Akhmad Nurwakhid yang ikut hadir membuka kegiatan itu mengatakan, dengan musik mampu menurunkan indek potensi radikalisme.

"Tahun 2019 indek potensi radikalisme mencapai 38,4 persen menjadi 12,2 persen dan di tahun 2022 semoga bisa turun menjadi 5 persen," ujarnya.

Menurutnya, musik tersebut masuk dalam salah satu pendekatan pencegahan radikalisme dan terorisme melalui kebijakan phentahelik.

"Pendekatan pentahelik melibatkan multipihak dari pemerintah, akademika, dari media, pengusaha dan juga dari komunitas maupun organisasi kemasyarakatan baik itu keagamaan dan pegiat seni budaya," ucapnya.

Dia menambahkan, pendekatan dengan musik dan budaya dilakukan karena radikalisme dan  terorisme yang selama ini menjiwai teroris memiliki karakter antiseni antibudaya serta kearifan lokal.

"Kegiatan ini kerja sama BNPT dengan forum koordinasi pencegahan terorisme (FKPT) provinsi Jawa Timur akan berlomba ke tingkat nasional. Mereka wajib menyanyikan lagu wajib 'Salam Indonesia Harmoni'," ujarnya.

Ketua FKPT Jatim, Hesti Armiwulan mengatakan, pencegahan terorisme tidak bisa dilakukan sendiri dan dibutuhkan partisipasi masyarakat.

"Kolaborasi dan sinergi dari berbagai unsur perlu dilakukan salah satunya organisasi kemasyarakatan," jelasnya.

Pencegahan radikalisme terorisme, imbuhnya, tidak hanya dilakukan melalui dialog atau kegiatan di dalam ruangan saja, tetapi juga bisa dilakukan dalam berbagai kegiatan.

"Salah satunya bisa dilakukan kontraradikalisme melalui konten, kata kalimat, juga bisa dilakukan melalui musik lagu dengan narasi sebagai upaya menanggulangi terorisme," tambahnya.

Dalam festival itu berbagai alat musik dipakai peserta. Ada yang hanya memakai gitar. Ada pula peserta yang berisikan personel lengkap. Bahkan ada juga irama musik yang dipadukan dengan suara seruling. Para tamu undangan pun nampak terhibur dengan aksi para peserta. (*/vga) Editor : Vega Dwi Arista
Cegah Radikalisme Festival Musik BNPT