Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) memang sedang menjalani hukuman di dalam lapas. Mereka tidah hanya sekedar dikurung dalam sel, tetapi ikut dibekali sejumlah keterampilan. Agar, dapat kembali menyambung hidup dengan modal keterampilan yang didapat saat bebas.
Hendrik Muchlison, Wartawan Radar Sidoarjo
Seperti yang dilakukan Lapas Kelas II A Sidoarjo (Lapas Sidoarjo). Lapas di barat Alun-alun itu membekali WBP-nya dengan teknik budi daya lobster.
Ada 20 WBP yang berkesempatan belajar budi daya lobster air tawar itu. Di dalam lapas, mereka dibekali ilmu seputar udang jumbo itu.
Mulai dari karakter, habitat, usia, cara budi daya hingga pemasarannya. Tidak hanya secara teori, tetapi WBP juga diberi kesempatan untuk praktik. Tentunya tetap di dalam lingkungan Lapas Sidoarjo.
"Setelah mereka terampil, maka wajib menularkan ilmu yang didapatnya ke warga binaan lain," kata Kalapas Sidoarjo Teguh Pamuji.
Teguh menambahkan, lobster air tawar merupakan salah satu komoditas yang menjanjikan di Sidoarjo. Selain nilai jual yang tinggi, juga tergolong udang yang mudah untuk dibudidayakan. “Dan yang terpenting dapat dikembangkan dengan memanfaatkan lahan di area lapas,” imbuhnya.
Dengan pelatihan itu, diharapkan WBP memiliki bekal yang cukup selama di dalam lapas. Sehingga ketika mereka bebas dapat memulai hidup baru dengan modal keterampilan yang dimiliki.
“Mereka dapat merintis usaha budi daya lobster tersebut. Sehingga tidak kembali berbuat kriminal,” harapnya. (*/vga) Editor : Vega Dwi Arista