Sudah puluhan tahun Desa Kebakalan, Kecamatan Porong dikenal sebagai kampung panci. Meski pandemi Covid-19, kampung itu juga masih eksis. Ketua Tim Penggerak PKK Sidoarjo Sa'adah Ahmad Muhdlor pun menyempatnya melihat produksi barang-barang kebutuhan dapur itu.
Rizky Putri Pratimi, Wartawan Radar Sidoarjo
Salah satu perajin ialah Khalimatus Sa'diyah warga RT 2/RW 1. Hasil produksinya diberi merek "Gajah Delta". Setiap bulan omzetnya mencapai Rp 500 juta. Selain panci dan dandang, perempuan yang sudah menggeluti usaha panci belasan tahun itu juga memproduksi segala macam alat dapur seperti rantang.
Khalimatus dibantu 60 orang karyawannya yang sebagian besar warga desa sekitar. Setiap hari mereka bekerja mulai pukul 07.00 hingga 16.00.
"Kami melayani pembelian partai (borongan) maupun eceran dan hasil produksi kita pasarkan ke Jember, Madiun, Jawa Tengah serta Lombok dan Kalimantan," ungkapnya.
Ketua TP-PKK Sidoarjo Sa'adah Ahmad Muhdlor pun trekagum-kagum. Ning Sasha sapaan akrabnya mengunjungi bersama pengurus TP-PKK. Mereka berangkat dari Pendapa Delta Wibawa dengan naik sepeda. Gowes bareng ke Desa Bakalan.
Menurutnya, keberadaan UMKM mendukung pertumbuhan ekonomi Sidoarjo. Seperti sentra UMKM penghasil panci atau dandang tersebut.
"Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam pemulihan ekonomi yaitu melalui promosi. Khususnya Disperindag bisa mengangkat potensi usaha daerah dan bisa dikembangkan agar menjadi jujugan sebagai wisata desa," katanya.
Dia juga berharap, produk UMKM Sidoarjo bisa lebih dikenal masyarakat Kota Delta sendiri. Hal itu menjadi PR bersama untuk membangkitkan lagi agar sentra industri ini menjadi jujugan masyarakat lokal maupun dari luar.
“Sekaligus membangkitkan UMKM yang ada di desa-desa," ujar perempuan murah senyum itu. (*/vga) Editor : Vega Dwi Arista