Mengumpulkan jejak sejarah ibarat menyusun puzzle. Harus telaten. Itulah yang dirasakan Agung Widyanjaya. Warga asli Desa Simoangin-angin ini ingin sejarah di Kecamatan Wonoayu tetap lestari. Wonoayu bisa semakin dikenal.
Rizky Putri Pratimi/Wartawan Radar Sidoarjo
Telaten dan sabar jadi kunci semangat Agung mencari jejak sejarah di Kecamatan Wonoayu. Berawal dari keinginan agar masyarakat bisa mengenal lebih dekat bagaimana Wonoayu. Agung mulai berselancar di dunia maya. "Saya cari dengan kata kunci Wonoayu. Ada bukti sejarah yang menunjukkan pabrik gula di Jawa," katanya memulai cerita.
Kurang yakin dan puas dengan temuannya itu. Agung tetap mencari hingga ia menemukan titik terang saat mengunjungi situs perpustakaan Leiden University. Kampus yang berada di negeri Kincir Angin itu menyimpan satu foto yang menggambarkan bangunan pabrik gula di Sidoarjo. Fotonya mirip dengan temuan Agung di awal.
Teknisi kimia ini meyakini bahwa foto pabrik gula tersebut adalah bekas pabrik gula di Desa Popoh, Kecamatan Wonoayu. Dari keyakinan inilah disamping mencari dari internet, Agung pun meminta bantuan teman terdekat untuk mencari kolektor benda-benda peninggalan zaman Belanda yang ada di Sidoarjo.
"Ternyata ada orang Belanda yang punya kumpulan 50 foto kondisi pabrik gula Popoh dan kehidupan masyarakatnya saat itu. Foto itu dibukukan. Judulnya Watoetoelis-Popoh," kisahnya dengan mata berbinar.
Tidak hanya satu, Agung punya dua buku kumpulan foto yang sama persis. Tapi satu lagi, ja mendapat dari situs jual beli online. Dari kolektor yang berada di Jerman.
Selain kumpulan foto, Agung juga memiliki bukti asli sertifikat kepemilikan saham pabrik gula Watoetoelis-Popoh. "Dari Jerman juga," tambahnya.
Begitu menemukan lengkap sejarah Pabrik Gula Popoh ia dan tim mulai menelusuri satu per satu sisa bangunan yang masih ada. Didukung dengan tangkapan kondisi wilayah Wonoayu dari ketinggian. "Dipotret oleh orang-orang Hindia Belanda saat itu," jabarnya.
Sisa bangunan yang masih bisa dilihat yakni bangunan rumah dinas petinggi pabrik dan sisa pondasi cerobong. Kumpulan foto bersejarah itu dipindai dan dipajang di Angkringan Pendopo miliknya. "Mengedukasi bahwa Wonoayu ini punya sejarah yang panjang," ungkapnya.
Langkah jangka panjang, Agung berkeinginan menemukan jejak candi yang ada di Desa Simoangin-angin. Sebab berdasarkan dari kisah dan sejarah yang pernah ia baca, ada candi yang pernah berdiri di desa tersebut. Namun dihancurkan sekitar tahun 1965. (*/opi) Editor : Nofilawati Anisa