Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Tidak Ingin Anak Telantar Kedua Kalinya

Nofilawati Anisa • Jumat, 24 Juli 2020 | 16:21 WIB
BIAR SEHAT: Berjemur di pagi hari jadi kegiatan rutin bayi dan balita yang dirawat UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) Dinas Sosial Jawa Timur di Jalan Mongonsidi.  (RIZKY PUTRI PRATIMI/RADAR SIDOARJO)
BIAR SEHAT: Berjemur di pagi hari jadi kegiatan rutin bayi dan balita yang dirawat UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) Dinas Sosial Jawa Timur di Jalan Mongonsidi. (RIZKY PUTRI PRATIMI/RADAR SIDOARJO)
SIDOARJO - Tawa riang dan celotehan khas anak kecil, terdengar begitu masuk ke halaman UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) Dinas Sosial Jawa Timur di Jalan Mongonsidi, kemarin pagi (23/7). Maklum saja, para balita itu sedang asyik bermain sambil berjemur.

Mayoritas berada di dalam boks bayi. Beberapa balita memilih berlatih berjalan dengan baby walker. Terlihat perawat menenangkan beberapa bayi yang sedang menangis. Perawat lain sibuk memberi susu pada balita secara bergiliran.

Setiap harinya aktivitas di UPT PPSAB dimulai pukul 07.00. Seusai bangun tidur, anak-anak mandi, sarapan, mengaji lalu bermain sambil berjemur dihalaman. Hingga pukul 10.00.
Kepala UPT PPSAB Dinsos Jatim Dwi Antini mengatakan, saat ini ada 53 anak yang diasuh di sana. Seluruh bayi dan balita tersebut dipastikan mendapatkan kasih sayang dan perawatan terbaik. “Seperti anak sendiri. Anak-anak mendapat kasih sayang layaknya dari orang tua kandung,” ungkapnya.

Maka dari itu, calon orang tua asuh yang akan mengadopsi anak harus melalui seleksi ketat. Kriteria yang diberikan pada calon orang tua asuh antara lain mereka paling tidak memiliki usia pernikahan minimal lima tahun. “Juga harus ada pertimbangan kesehatan dari dokter,” sambungnya.

Yang paling utama, tentu pertimbangan komitmen memberikan kasih sayang. "Ada juga pertimbangan dari segi ekonomi. Agar kedepan, anak bisa mendapat kehidupan yang layak dan pendidikan yang baik. Jangan sampai anak terlantar dua kali,” katanya.

Setidaknya ada daftar tunggu baru 507 calon orang tua yang mengajukan ingin mengadopsi bayi di sana. Jika ditotal, sudah ribuan daftar tunggu yang sebelumnya belum terpenuhi.

Dari 53 anak di sana, 12 anak di antaranya sudah mendapat orangtua asuh, tinggal menunggu waktu untuk diserahkan. Menunggu pandemi Covid-19 sedikit reda. “Mudah-mudahan Oktober bisa diserahkan,” lanjutnya.

Kasi Pelayanan UPT PPSAB Sidoarjo Sri Mariyani menambahkan, sejak pandemi Covid-19, UPT PPSAB tidak menerima kunjungan dari pihak luar. Jika 12 calon orang tua asuh tersebut sedang rindu anak adopsi mereka, bisa berkomunikasi melalui video call. Sementara itu, layanan informasi lainnya, lebih banyak melalui telepon. “Hanya satu dua calon orang tua asuh saja, yang sesekali berkunjung,” terangnya. (rpp/opi) Editor : Nofilawati Anisa
#Dinsos Jatim #Balita Sidoarjo #UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita